Rabu, 25 April 2012

Bahaya Lidah (Menghina dan Mengejek)


Sehat bukan saja secara fisik, namun mencakup pada sehat secara mental dan kajian ini berkenaan dengan sehat mental yang didalamnya memuat 3 kecerdasan yaitu, Intelektual, Emosional dan Spiritual, nah... kali ini kita akan mengulas tentang menghina dan mengejek sebagai bentuk pencerahan Spiritual..dari buku karangan Imam Al-Gazali yang disarikan dari Ihya' Ulumuddin - Afatul Lisan berjudul Peringatan tentang Bahaya Lidah.


Menghina dan mengejek adalah merupakan buah bahaya yang ditimbulkan oleh lidah (lisan) yang tidak terkontrol dan tidak terkendali. Lidah yang tidak terkontrol dan lagi tidak bertempat tinggal pada jiwa yang bertaqwa, ia selalu digunakan untuk menghina, mengejek kepada orang lain.

yang dimaksud dengan menghina disini adalah menganggap rendah derajat orang lain, meremehkannya atau mengingatkan aib (cela) serta kekurangan-kekurangan yang dimilikinya sehingga dapat menyebabkan ketawa atau marah. Cara ini dapat terjadi adakalanya dengan jalan meniru-niru percakaran atau perbuatan orang lain, dan adakalanya menunjukkan ke arah tersebut. Pokok pangkalnya ialah ditujukan untuk merendahkan kedudukan orang lain dan menertawakannya, serta menghinakan dan menganggapnya kecil saja.

Perbuatan menghina dan mengejek itu termasuk perbuatan tercela, termasuk akhlak yang jelek dan dilarang oleh agama sehubungan dengan ini Allah Ta'ala menegaskan melalui firmanNya yang artinya :

"Hai orang-orang yang beriman, jenganlah sesuatu kaum menghina kepada kaum yang lain, karena barangkali (kaum/golongan) yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari menghinakannya. Dan jangan pula golongan kaum wanita menghina kepada golongan kaum wanita yang lain, karena barangkali yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari yang menghinakan".

Maksud dari firman Allah : "Barangkali yang dihina itu bahkan lebih baik dari yang menghinakan, janganlah kamu menghina orang lain dengan tujuan hendak menganggapnya remeh, kecil dan rendah. sebab soal remeh, rendah atau kecil belum dapat ditentukan, mungkin sekali justru orang yang dihinanya itu lebih baik, lebih mulia, lebih tinggi derajatnya menurut pandangan Allah daripada dirimu sendiri.

Larangan menganggap rendah, hina dan kecil tersebut tentulah ditujukan kepada seseorang yang merasa tidak enak dan tersinggung apabila dihina. Adapun terhadap seseorang yang sengaja ia menceburkan dirinya untuk direndahkan, karena tidak enak dan tersinggung apabila di hina. Adapun terhadap seseorang yang sengaja ia menceburkan dirinya untuk direndahkan, karena telah menjadi watak dan kebiasaan baginya dan bahkan diperbuat semacam itu, ia makin gembira dan senang, bangga dengan perbuatannya yang rendah dan hina itu, maka kepada orang semacam itu termasuk penghinaan.Hal ini dapat dimasukkan dalam golongan senda gurau itu, maka yang terpuji dan mana yang tercela, Insya Allah akan diuraikan pada postingan selanjutnya.

Jadi yang diharamkan dalam penghinaan dan ejekan ini ialah cara menganggap kecil (remeh) seseorang yang menyebabkan orang lain itu merasa dihinakan, diremehkan atau dianggap sepele dan tidak ada harganya. misalnya saja dengan menertawakan kata-katanya di waktu ia keliru mengucapkannya atau tidak teratur uraiannya atau menertawakan perbuatannya di waktu ia keliru (salah). Juga seperti menertawakan hafalannya, hasil karyanya, gambar tubuhnya ataupun yang dicela yang kelihatan. Ketawa dalam segala bentuk sebagaimana yang dimaksudkan di atas itu adalah termasuk perbuatan yang benar-benar dilarang oleh Islam. Wassalam....Trims..

Senin, 23 April 2012

Cara mengkritisi Jurnal


Catatan: naskah asli dalam bahasa inggris, tapi sdh sy translet ke INA dengan batas kemampuanku yang pas-pasa… hehehe

PANDUAN KRITIKAL JURNAL
Michaei Coughian, Patricia Cronin, Frances Ryan

Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian
1.    Gaya penuliasan:  Apakah laporan ditulis dengan baik - ringkas, tata bahasa yang benar,
2.    Penulis : Apakah kualifikasi peneliti menunjukkan tingginya tingkat pengetahuan di bidang ini?
3.    Judul : Apakah judul penelitian tersebut jelas, akurat dan tidak ambigu?
4.    Abstrak : Apakah abstrak memberikan gambaran yang jelas dari penelitian ini termasuk masalah penelitian, sampel, metodologi, temuan dan rekomendasi?
Elemen yang mempengaruhi kekuatan penelitian

Tujuan / penelitian masalah: Apakah tujuan dari masalah studi / penelitian telah jelas?
1.    Konsistensi logis : Apakah laporan penelitian mengikuti langkah-langkah proses penelitian dengan cara logis? Apakah mengikuti langkah-langkah yang seharusnya dan mempunyai hubungan yang jelas?
2.    Literature review : apaka review ini terorganisir secara logis? Apakah itu menggunakan analisis kritis yang sesuai dengan literature yang ada? Apakah literatur yang digunakan sebagian besar adalah literature terbaru? Dan terutama berasal dari literfatur baku dan hasil-hasil penelitian?
3.    Theoreticai kerangka : Apakah kerangka konseptual atau teoritis telah ditentukan? Apakah kerangka digambarkan dengan baik? apakah kerangka kerja tersebut sesuai?
4.    Tujuan / sasaran / pertanyaan penelitian / hipotesis : Memiliki sasaran dan tujuan, apakah pertanyaan penelitian atau hipotesis telah diidentifikasi? Jika demikian apakah dinyatakan dengan jelas? Apakah mencerminkan informasi yang disajikan dalam tinjauan pustaka/litaratur?
5.    Sampel : apakah sasaran populasi telah ditentukan dengan jelas? Teknik sampel apa yang dipilih? Apakah menggunakan probabilitas atau non-probabiiity sampie? Apakah sample size yang digunakan memadai? Apakah criteria inklusi atau ekslusi sudah ditentukan dengan jelas?
6.    Ethicai pertimbangan : Apakah peserta diberikan informasi tentang jalannya penelitian? Apakah kebebasan peserta dijamin? Apakah peserta mendapat perlindungan dari bahaya penelitian? Apakah memperoleh izin ethics untuk penelitian tersebut?
7.    Operasional definisi : Apakah semua istilah, teori dan konsep yang disebutkan dalam studi telah didefinisikan dengan jelas?
8.    Metodologi : apakah disain penelitian telah deitentukan dengan jelas? Apakah instrumen pengumpulan data telah dijelaskan? adalah instrumen tersebut sesuai? Bagaimana instrument tersebut dikembangkan? Apakah reliabiiity dan validitas tes telah dilakukan dan apakah hasilnya dibahas?
9.    Data Anaiysis / hasil : Apa jenis analisis data dan statistical yang digunakan? Apakah analisis data tersebut tepat? Berapa banyak sampel yang berpartisipasi? Apakah hasil temuan signifikan?
10. Pembahasan : Apakah temuan iinhasil penelitian dihubungkan/dikaitkan kembali dengan tinjauan pustaka? Apakah hipotesis yang telah ditentukan didukung ? Apakah kekuatan dan keterbatasan penelitian termasuk generalisasi juga dibahas? Apakah rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dibuat?
11. Referensi : Apakah semua buku, jurnal dan media lainnya yang dimasukkan dalam penelitian merupakan referensi yang akurat??

contoh review jurnal


CRITICAL JOURNAL  “
KNOWLEDGE AND ATTITUDE TOWARD HIV/AIDS
AMONG SENIOR SCHOOL STUDENTS IN ISFAHAN

Judul                 : Knowledge and attitude toward AIDS/HIV Among senior school student in  
   Isfahan

Penulis              : Zahra Abdeyazdan, Narges Sadeghi
Publikasi           : Iranian Journal of Clinical Infectious Diseases 2008;3(2):93-98
Penelaah           : Ria Wahyuni
Tanggal Telaah    : 26Februari 2012

I.    Deskripsi Jurnal :
1.   Tujuan Utama Penelitian
Untuk mengetahui informasi publik mengenai HIV / AIDS dan sikap mereka terhadap orang dengan HIV / AIDS (ODHA) sebagai dasar untuk penentuan program pendidikan yang sesuai di setiap komunitas, dan disini adalah komunitas pelajar.
2.   Hasil Penelitian
Tingkat pengetahuan total 60,2% dari siswa itu baik, dari 34,1% dari mereka adalah sedang dan 5,7% dari subyek memiliki tingkat pengetahuan yang buruk, dan tingkat pengetahuan total tidak berbeda antara anak perempuan dan laki-laki. Pada penelitian ini ada sikap negatif terhadap AIDS dan HIV positif. Pada 68,6% siswa sikap adalah sedang, di 23,3% sikap itu baik dan 8,1% dari siswa sikap rendah. Jurnal dan buku merupakan sumber informasi utama pada anak perempuan dan anak laki-laki sumber informasi utama adalah TV.
3.   Kesimpulan Penelitian
Sebagian besar responden tahu modus utama penularan infeksi HIV. Jadi, pendekatan sementara media massa bisa menjadi strategi yang paling mungkin untuk upaya pendidikan masa depan, pendidikan intervensi dalam program sekolah melibatkan guru dan konsultan sekolah dapat disesuaikan secara tepat dengan kebutuhan khusus para siswa, untuk memaksimalkan efektivitas mereka.
II.   Telaah jurnal          
A.  Fokus Utama Penelitian :  
AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) was first recognized among homosexual men in the USA in 1981 and subsequently in Europe and sub- Saharan Africa and since then there has been an explosion in HIV transmission (1). There is a growing need for giving special attention to young people in the AIDS epidemic field world wide (2). According to UNICEF reports there are 11.8 million young people between 15-24 years living with HIV/AIDS (2).
Education about how AIDS is transmitted and prevented is the primary weapon against AIDS, because there is no treatment or vaccine to prevent its spread and drug therapy is very expensive. However prevention strategies must be culturally specific.
There were 95 people with HIV/AIDS in Iran in 1987 and in 2004 this number was increased to 7108, the majority of them were young people at the age range of 25-34. In 1987, the transmission modes of infection were mainly via blood and blood products, while in 2004 were shared needles between addicted people (4, 5).
Knowing the public information regarding HIV/AIDS and their attitude toward people with AIDS/HIV (PWA) can provide a basis for appropriate educational program in each community. So, we investigated knowledge of and attitude toward AIDS/HIV among senior school students in Isfahan city, Iran. We also assessed the sources of their information about AIDS/HIV.
Berdasarkan bagian pendahuluan di atas di ketahui bahwa penyakit HIV & AIDS terus mengalami peningkatan hingga tahun 2004, yakni Ada 95 orang dengan HIV / AIDS di Iran tahun 1987 dan pada tahun 2004 jumlah ini meningkat menjadi 7108, mayoritas dari mereka adalah orang-orang muda di kisaran usia 25-34, sebagaimana Menurut laporan UNICEF ada 11,8 juta anak muda muda antara 15-24 tahun dengan HIV / AIDS (2). Pada tahun 1987, penularan mode infeksi terutama melalui darah dan produk darah, sedangkan pada tahun 2004 yang berbagi jarum antara orang-orang kecanduan. Melihat besarnya populasi yang berisiko HIV & AIDS, maka akan sangat mengkhawatirkan terlebih lagi usia yang banyak terkena (mayoritas) adalah anak muda kisaran usia 25 -34 tahun sehingga dalam penelitian ini, focus terhadap anak-anak remaja di kalangan SMA melalui upaya mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap para siswa/siswi terhadap HIV & AIDS sehingga memudahkan dalam pembuatan program pendidikan yang sesuai dengan komunitas.

B.  Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian
1.   Gaya Penulisan :
-  Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, pengaturan dan desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan. Meskipun tujuan dimasukkan ke dalam pendahuluan dan kesimpulan di masukkan dalam pembahasan dalam artian tidak ada point besar tersendiri tentang tujuan penelitian dan kesimpulan.
-  Tata bahasa yang dipergunakakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.
2.   Penulis :
-  Penulis dalam penelitian ini berasal dari Keperawatan dan Kebidanan Fakultas, Isfahan Universitas Ilmu Kedokteran, Isfahan, Iran, Khorasgan University, Isfahan, Iran, yaitu : Zahra Abdeyazdan,  Narges Sadeghi.
-  Gelar akademik dari penulis sudah benar karena tidak di cantumkan
-  Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang departemen mereka berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang mereka teliti.
3.   Judul :
Knowledge and attitude toward AIDS/HIV Among senior school student in Isfahan
-       Judul penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan diteliti.
-       Namun kekurangannya : belum memenuhi prinsip 5 W 1 H. Tidak dicantumkan tahun penelitian diadakan.
4.   Abstrak :
Kelebihan :
-       Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian, metodologi dan hasil yang didapatkan.
-       Memenuhi IMRAD (Introduction, Metode, Result, Analize, Discussion) .
-       Mencantumkan kata kunci.
}  Kekurangan : Jumlah kata dalam abstrak melebihi 250 kata.
C.  Elemen yang mempengaruhi kekuatan suatu penelitian
1.   Tujuan/ Masalah Penelitian :
   Tujuan dari penelitian adalah : Untuk mengetahui informasi publik mengenai HIV / AIDS dan sikap mereka terhadap orang dengan HIV / AIDS (ODHA) sebagai dasar untuk penentuan program pendidikan yang sesuai di setiap komunitas, dan disini adalah komunitas pelajar.
2.    Konsistensi logis :
Laporan penelitian telah mengikuti langkah-langkah yang seharusnya yaitu : dimulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (latar belakang, pengaturan dan desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan.
3.   Literatur review :
-       Penyusunan literatur menggunakan sistim vancouver dan terorganisir dengan logis, namun seharusnya Nomor kutipan ditulis superskrip.
-       Penulisan jurnal menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada dengan membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan hasil yang didapatkan oleh penulis.
Contoh :
This study revealed several important findings. The level of HIV/AIDS knowledge among studentsThis finding is similar to a previous Iranian study (6) and studies in other countries (7,8) but is in contrast to the study of Ferrer L.et al that showed good level of HIV/AIDS knowledge among the Chilean university students (9) and also the study of Ganczak M. et al which showed the poor level of HIV/AIDS knowledge among 75% of Arab university students (10).
Female students demonstrated a slightly higher level of knowledge in comparison with male students, but the difference was insignificant. This is consistent with the previous study in Iran and other studies (6) and is in contrast with studies of Argrawal et al (11), Singh et al (13) and Aomereore et al (14).

-       Literatur yang digunakan hanya sekitar 50 % literatur terbaru yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.
4.   Theoritical kerangka :
Baik kerangka konseptual maupun kerangka teori tidak digambarkan secara jelas dalam jurnal penelitian tersebut, namun pada bagian pembahasan, tinjauan pustaka mengenai pengetahuan dan sikap terhadap HIV/AIDS pada berbagai penelitian sebelumnya dijelaskan dengan cukup rinci.
5.   Tujuan/ sasaran/ pertanyaan penelitian/ hipotesis :
Tujuan dan sasaran penelitian terdapat dalam pendahuluan jurnal tersebut, namun tidak diberikan judul khusus sehingga penelaah mengambil sendiri tujuan tersebut setelah membaca pembahasan dalam jurnal tersebut yaitu :
Knowing the public information regarding HIV/AIDS and their attitude toward people with AIDS/HIV (PWA) can provide a basis for appropriate educational program in each community. So, we investigated knowledge of and attitude toward AIDS/HIV among senior school students in Isfahan city, Iran.
6.   Sampel :
Ten General high schools (5 girls’ school and 5 boys’ school) were selected by clustering method from 5 different educational districts of Isfahan city. To ensure homogeneity of the samples, special- purpose and private high schools were not included. In general 36 students were selected from each school. The complete response rate was 90% from a total of 350 high school students participated and the remaining 10% of questionnaires were incomplete.

-   Penelitian ini dilakukan di kota Isfahan, Iran dari tahun 2003 sampai tahun 2004.  Sampel dalam penelitian ini dipilih secara acak (randomisasi) yang berasal dari 10 sekolah yang terdiri dari 5 sekolah khusus laki-laki dan 5 sekolah khusus perempuan,These included banks, computer training centers and colleges running degree courses in computer applications. dipilih sebesar 36 siswa setiap sekolah secara acak. namun hanya 350 subyek yang berhasil diperoleh sebab tingkat respons lengkap adalah 90% dari 350 siswa SMA berpartisipasi dan 10% sisanya dari kuesioner adalah tidak lengkap.
-   Jadi kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah mereka yang duduk di bangku SMA dari 10 SMA pilihan dan seluruh sampel yang diperoleh diminta untuk mengisi kuesioner setelah mendapat persetujuan lisan mereka.
-   Dalam penentuan besar sampel, dijelaskan bahwa masing-masing sekolah diambil 36 orang menjadi sampel dalam penelitian. Tingkat respons lengkap adalah 90% dari 350 siswa SMA berpartisipasi dan 10% sisanya dari kuesioner adalah tidak lengkap
7.   Pertimbangan Ethical :
-       Sebelum mendapatkan persetujuan lisan dari peserta (subjek penelitian), terlebih dahulu mereka diberikan penjelasan mengenai : tujuan, sasaran dan metodologi penelitian.
-       Izin etik untuk penelitian terlebih dahulu diperoleh dari Pengelola Pendidikan dan Kepala Sekolah, Karamsad serta izin dari pimpinan perusahaan dan institut yang staffnya terlibat dalam penelitian tersebut.
8.   Definisi Operasional :
-       Definisi operasional mengenai HIV/AIDS tidak disebutkan secara jelas dalam jurnal tersebut.
9.   Metodologi :
Settings and Design : A cross sectional survey among randomly selected high school students in Isfahan city was conducted
-       Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study berbasis komunitas dengan menggunakan  350 subyek yang duduk di bangku SMA di kota Isfahan, Iran.
-       Instrumen yang digunanakan adalah kuesioner, daftar pedoman wawancara.
-       Pengujian reliability dan validitas instrumen tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.
10.   Data analisis/ hasil :
-       Analisis statistik yang digunakan adalah menggunakan SPSS untuk uji t. Dalam penelitian ini menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan sikap antara laki-laki dan perempuan terhadap HIV/AIDS yang ditunjukkan dengan p = 0,29 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang bermakna dan jumlah sampel yang besar.
-       Penyajian tabel disertai dengan narasi yang jelas mengenai isi tabel


 







Umumnya, total tingkat pengetahuan 60,2% dari siswa itu baik, 34,1% cukup dan 5,7% dari subyek memiliki tingkat pengetahuan yang buruk. Total tingkat pengetahuan tidak berbeda nyata antara perempuan dan laki-laki (tabel 1).
Mayoritas dari mereka juga percaya bahwa hanya laki-laki gay yang mendapat AIDS. Sebagian besar siswa (98,2% perempuan dan 95,2% laki-laki) berpikir bahwa mengukur pencegahan infeksi seharusnya dididik oleh media massa, 83,5% perempuan dan 86,5% laki-laki percaya bahwa semua remaja harus menerima pendidikan seksual.


 





The mean score of attitude among girls was 2.67±0.41 and among boys was 2.56±0.41 and this difference was significant (t= 2.19, p=0.29).

11.   Pembahasan temuan hasil penelitian
Kelebihan :
-       Bagian pembahasan mengacu kepada beberapa kriteria Hills :
a.   Kekuatan asosiasi
The mean score of attitude among girls was 2.67±0.41 and among boys was 2.56±0.41 and this difference was significant (t= 2.19, p=0.29)”
Besarnya asosiasi dapat dilihat dari nilai P = 0,29 yang menunjukkan bahwa antara pengetahuan dan sikap siswa SMA terhadap HIV/AIDS tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna
b.   Konsistensi
Female students demonstrated a slightly higher level of knowledge in comparison with male students, but the difference was insignificant. This is consistent with the previous study in Iran and other studies (6) and is in contrast with studies of Argrawal et al (11), Singh et al (13) and Aomereore et al (14)”
Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya memperlihatkan hasil yang berlawanan dari hasil penelitian sebelumnya. Contohnya : Siswa perempuan menunjukkan sedikit lebih tinggi tingkat pengetahuan dibandingkan dengan siswa laki-laki, tetapi perbedaannya tidak signifikan. Ini konsisten dengan penelitian sebelumnya di Iran dan penelitian lain (6) dan ini berlawanan dengan studi Argrawal dkk (11), Singh et al (13) dan Aomereore dkk (14).
c.   Hubungan temporal
Keberadaan faktor kausa yang mendahului terjadinya penyakit atau akibat. Tidak bisa diketahui keberadaan faktor kausanya sebab disini yang diteliti adalah pengetahuan dan sikap terhadap penyakit HIV & AIDS dan tidak dibahas faktor kausa yang mendahului terjadinya penyakit atau akibat.
d.   Spesifitas
Hubungan kausal dalam hal spesificity tidak terpenuhi meskipun diketahui bahwa HIV dan AIDS ini sangat erat kaitannya dengan pengetahuan dan sikap responden terkait masalah jalur masuk dan penularan penyakit tersebut. Namun dalam penelitian ini tidak dilakukan intervensi seperti VCT untuk mengetahui responden yang terkena penyakit terkait dengan tingkat pengetahuan dan sikapnya terhadap HIV dan AIDS.
e.   Efek dosis respon
Tidak  ada efek dosis respon sebab penelitian ini bukan eksperimen sehingga tidak ada intervensi. Penelitian ini lebih menekankan pengetahuan dan sikap siswa SMA tentang HIV/AIDS
f.    Plausability
Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal biological plausibility terpenuhi sebab terjadinya HIV & AIDS karena penurunan daya tahan tubuh yang diserang oleh virus HIV dan penularannya melalui cairan tubuh yang mengandung virus, perilaku berisiko.
g.   Koherensi/Kesesuaian
Pada penelitian ini, unsur  coherence/ kesesuaian  terpenuhi dalam hal pemilihan subjek dimana dalam latar belakang penelitian ini telah di sebutkan bahwa usia yang berisiko terkena HIV dan AIDS Menurut laporan UNICEF ada 11,8 juta anak muda muda antara 15-24 tahun dengan HIV / AIDS dan sesuai dengan penelitian ini yang mengambil sampel Siswa Menengah Atas.
h.   Bukti Eksperimen
Penelitian ini bukan merupakan experimental study.
i.    Analogi
There were many misconceptions about HIV transmission, e.g. by mosquito bite, sharing utensils and dressing. This problem was also addressed by previous investigators (6,7,11). In our study a considerable proportion of respondents (80%) thought there was a cure for AIDS. This is consistent with Agrawal et al study (11) and the misconception is one of the risk factors for contracting the disease. A total of 20% of the students thought there was a vaccine for prevention of AIDS. This rate is lower than the findings in other studies (9,10,12).

Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal analogi terpenuhi sebab dalam beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara pengetahun HIV dan AIDS  dengan sikap terhadap penularan HIV sehingga banyak yang tertular karena kesalahpahaman terhadap penyakit tersebut.

-       Pembahasan hasil temuan dikaitkan kembali dengan berbagai hasil temuan sebelumnya dari tinjauan pustaka yang diambil, baik yang hasil temuannya berkorelasi dengan hasil yang didapatkan maupun yang tidak.
Kekurangan :
-       Kekuatan dan keterbatasan penelitian termasuk generalisasi tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.
-       Jurnal ini juga tidak memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
12.   Referensi :
Literatur yang digunakan sekitar 50 % menggunakan literatur terbaru yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.
13.   Kesimpulan dan Saran
Kelebihan :
a.   Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian.
b.   Kesimpulan ringkas, jelas dan padat.
c.   Peneliti memberikan rekomendasi kepada instansi terkait yang berhubungan dengan penelitiannya.
d.   jurnal mencantumkan saran yang merupakan harapan peneliti
Kekurangan :
a.    Tujuan penelitian dimasukkan dalam latar belakang, sedangkan kesimpulan dan saran dimasukkan dalam pembahasan, tidak menuliskan point besar tersendiri tentang tujuan, kesimpulan dan saran.

Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan khususnya pada pengembangan karya ilmiah.