Senin, 28 Mei 2012

Kecelakaan lalu lintas

Tingginya angka kecelakaan di Indonesia merupakan masalah yang perlu di atasi, kita perlu menelaah faktor apakah yang banyak mempengaruhi tingginya angka kecelakaan jalur darat di Indonesia, contohnya saja di Makassar, UGD Rumah Sakit tiap hari selalu saja ada penderita kecelakaan lalu lintas yang tangani, bukan hanya persoalan angka yang tinggi, namun akibat yang ditimbulkan pun bisa menyebabkan kecacatan bahkan hingga kematian yang tidak kita harapkan.

Kemarin saya berdiskusi dengan beberapa teman tentang masalah ini, dan umumnya mereka berkata bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakat berlalu lintas, misalnya saja pada saat rambu2 lalu lintas menunjukkan lampu merah masih saja banyak pengendara yang menerobos, terlebih jika sudah jam2 11 ke atas, dimana sudah tidak ada polisi yang berjaga, masih banyak saja pengendara yang membandel tidak peduli warna lampu apa yang sedang menyala, tidak seperti di negara yang tertib lalu lintas, sudah dilengkapi dengan CCTV sehingga apapun yang terjadi akan ketahuan oleh pihak kepolisian, siapa dan kapan pelanggaran itu terjadi.

Belum lagi kesadaran dalam menjalankan kendaraannya, masih banyak orang yang menggunakan kecepatan di atas rata2 pada saat padat kendaraan, dan berkendara dengan bentuk zig zag yang otomatis sangat berisiko, sebagaimana kita ketahui bahwa di jalan raya dikenal 3 jalur yaitu jalur kiri, jalur tengah dan jalur kanan yang kesemuanya fungsi masing-masing, masih banyak saja pengendara yang menggunakan jalur kanan pada kecepatan 40 km/jam, dan banyak pula yang menggunakan jalur kiri dengan kecepatan 80 km/jam yang tentu saja ini melanggar aturan berlalu lintas.

Bukan hanya itu, kendaraan seperti mobil kampas yang sangat besar masih sering menghiasi jalan raya yang semestinya diatur, seperti di luar negeri di atur kapan sebaiknya kendaraan roda 10 misalnya berada di jalan raya misalnya pada saat tengah malam, yaitu saat kendaraan sudah sepi, namun kenyataannya malah kendaraan besar ini justru sering membuat macet jalan raya. terlebih lagi rasa ego masing2 supir angkot dalam mencari penumpang, tanpa memperhatikan baik2 pengendara lain demi mengejar penumpang kadang berebutan, kadang lepas rem dan sebagainya.

Tertib berlalu lintas sebenarnya agak sulit tercipta ketika sosialisasi masalah tertib berlalu lintas kurang, sebab masyarakat seperti kami ini memang perlu mendapatkan informasi banyak tentang hal ini, terlebih lagi mudahnya memperoleh SIM (Surat Izin Mengemudi) yang artinya segala aturan2 berlalu lintas tidak kita lewati bisa mendapatkan SIM, nah ini pula kelemahan negara kita. karena masyarakat cenderung ingin memperoleh dengan cara mudah, jika ada yang mudah buat apa mencari cara yang sulit. Jika sekiranya pemerintah tidak meluweskan hal tersebut maka kemungkinan menekan angka kecelakaan berkendara bisa dilakukan sebab ketidaktahuan rambu2 bisa menyebabkan mengendara dengan seenaknya.

Dari segi jalan raya, perlu di perhatikan oleh pemerintah dengan berintegrasi dengan masyarakat untuk melaporkan ketika ada kerusakan jalan raya, lubang bisa menyebabkan kecelakaan. sementara musim penghujan yang menggenangi jalanan banyak menyebabkan bocornya jalan raya. Kitapun mesti sadar bahwa peran masyarakat sangat penting bagi pembangunan bangsa, dengan adanya integrasi yang baik maka kita tidak perlu bergelut dengan masalah2 teknis seperti hal tersebut.

Sebenarnya inti dari tulisan saya adalah marilah kita sama2 menyadari pentingnya tertib berlalu lintas, demikian pula pentingnya berintegrasi dengan pemerintah dalam hal mencegah dan menekan angka penderita  kecelakaan lalu lintas sehingga kita aman dalam berkendara. Terima Kasih. Wassalam.

Minggu, 27 Mei 2012

Penyakit berbasis puskesmas



Dari seluruh penyakit yang kerap ada di PUskesmas ternyata selalu menduduki urutan pertama adalah Dermatitis ataupun ISPA secara bergantian setiap bulannya, terkadang saya bertanya2 dalam hati mengapa hal ini bisa terjadi, apakah memang di Indonesia ini sangat potensial untuk berkembangnya penyakit ISPA dan Dermatitis.

ISPA adalah saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh faktor lingkungangan, seperti udara yang tercemar (polusi) yang dihirup terus menerus dan merusak organ pernafasan kita. adapun gejala yang ditimbulkan adalah badan pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun jamur. 


Kebanyakan pasien yang datang berobat ke puskesmas mengeluhkan gejala seperti tersebut diatas, memang sejak dahulu ISPA menjadi penyakit yang populer di Puskesmas. terlebih jika yang menyebabkannya adalah virus maka sangat berkaitan dengan daya tahan tubuh ketika daya tahan tubuh baik maka virus ini tidak akan menyerang inangnya, dan dapat sembuh dengan sendirinya. ketika lingkungan kita bersih, maka mereduksi penyakit ISPA akan besar sehingga bisa terhindar dari ISPA.


Selain ISPA penyakit yang kerap menjadi urutan pertama di Puskesmas adalah Dermatitis atau penyakit kulit dan juga sangat berkaitan dengan lingkungan yang umumnya terjadi, bisanya pasien yang datang mengelurhkan gatal-gatal baik karena bakteri ataupun jamur akibat bercengkrama dengan tanah, debu, tanaman dan sebagianya. bahkan adapula dermatitis yang menginfeksi seluruh kulit disebabkan karena agent masuk melalui peredaran darah penderita sehingga bisa menginfeksi sekujur tubuh yang biasa di tandai dengan merah-merah hingga bintil-bintil merah yang kadang sangat gatal.


Berikut jenis-jenis Dermatitis yaitu : 


Dermatitis kontak adalah kondisi yang disebabkan oleh alergen atau zat menjengkelkan. Dermatitis kontak iritan menyumbang 80% dari semua kasus dermatitis kontak.
Dermatitis atopik ini sangat umum di seluruh dunia dan meningkatkan prevalensi. Ini mempengaruhi pria dan wanita sama dan menyumbang 10% -20% dari semua rujukan ke dermatologists. Lebih rentan untuk mengembangkan jenis dermatitis adalah individu yang tinggal di daerah perkotaan dengan kelembaban rendah.
Dermatitis herpetiformis adalah jenis tertentu dari dermatitis yang muncul sebagai akibat dari kondisi pencernaan, yang dikenal sebagai penyakit celiac.
Dermatitis seboroik lebih sering terjadi pada bayi dan pada individu antara 30 dan 70 tahun. Ini muncul untuk mempengaruhi terutama laki-laki dan itu terjadi pada 85% dari orang yang menderita AIDS.
Dermatitis nummular adalah jenis yang kurang umum dari dermatitis, dengan tidak diketahui penyebabnya dan yang cenderung muncul lebih sering pada orang paruh baya.
Dermatitis stasis adalah peradangan pada kaki bagian bawah yang disebabkan oleh buildups darah dan cairan dan lebih mungkin terjadi pada orang dengan varises.
Dermatitis perioral bagaimanapun mirip dengan rosacea dan muncul lebih sering pada wanita antara 20 dan 60 tahun.

Inilah penyebab mengapa begitu banyak penderita dermatitis disebabkan karena manusia memang sangat berpotensi terkena penyakit Dermatitis sebagai penyakit yang kerap menduduki urutan pertama dalam penyakit berbasis puskesmas.


Contoh Tabel Sintesa

Selasa, 22 Mei 2012

Ada apa dengan Rabies

Ada apa dengan Rabies mungkin kedengarannya sedikit penasaran. saya sengaja mengangkat judul ini, sebab hal ini mungkin tidak menjadi masalah yang sentral bagi masyarakat karena terjadi ketika adanya gigitan anjing gila yang kerap pada masyaarakat pada umumnya. Pada tahun 2006 pada tanggal 28 September oleh Alience for Rabies Control di canangkan sebagai hari rabies sedunia dan untuk pertama kali diadakan di Indonesia pada tanggal 4 November 2009 di Kab. Tabanan, Bali Tahun 2010.

Tahukah anda bahwa bagi saya masalah ini begitu penting sebab rabies sangat berbahaya dan mematikan jika tidak segera di tangani. namun sebelumnya saya mengawali dengan berbagi tentang melalui apakah penularan rabies tersebut.

Rabies adalah penyakit menular akut pada susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh (robdovirus) yang menyerang hewan berdarah panas dan manusia. Rabies menular melalui anjing, kera, kelelawar, domba, kucing dan sebagainya melalui air liur yang mengandung virus rabies melalui luka bekas gigitan.


Tanda-tanda penyakit yang dapat dilihat adalah manifestasi peradangan otak (encephalitis) gejala baru terlihat antara 10 hari sampai dengan 8 minggu setelah terinfeksi. Pada awal infeksi, hewan menunjukkan gejala seperti mencari tempat yang gelap dan dingin serta menyendiri, takut terhadap sinar. Pada stadium exitasi, hewan menunjukkan gejala menyerang dan menggigit apa saja yang bergerak di sekitarnya dan memakan benda-benda aneh seperti kayu, besi dan yang lainnya, mengeluarkan air liur yang berlebihan (hipersalivasi) dan suaranya terdengar serak (parau), bola mata terlihat keruh dan selalu terbuka, pada stadium lanjut, hewan nampak sempoyongan, semua reflek saraf hilang (kejang) dan diakhiri dengan kematian. Sedangkan manusia yang terserang penyakit ini dapat menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut : tidak mau makan dan minum, takut terhadap air dan sinar, peka terhadap suara-suara di sekitarnya dan sellau gelisah yang diakhiri dengan kejang-kejang, koma lalu meninggal.


Rabies sebenarnya sangat berbahaya sebab jika gigitan anjing rabies misalnya mengenai daerah wajah sangat dekat dengan syaraf sehingga harus cepat mendapatkan penanganan dan terkadang untuk di daerah terpencil atau di daerah tertentu sulit mendapatkan vaksin secepatnya karena memang pengadaannya terbatas untuk ke Dinas Kesehatan baik provinsi maupun daerah terlebih ke Puskesmas. Bisa dibayangkan jika penanganannya tidak cepat dan salah akan berakibat fatal.

Ada cara sederhana yang bisa dilakukan atau tindakan dini yang dilakukan ketika melihat orang di gigit anjing atau hewan lainnya yang dicurigai rabies yakni dengan membasuh atau mengalirkan dengan air yang hangat sekitar 40 derajat celsius kemudian di cuci dengan detergen hingga bersih bahkan kalau perlu melakukan pembersihan dengan air hangat sampai bersih ke dalam luka bekas gigitan tersebut, ketika anda bisa melakukan pemencetan pada bekas gigitan meskipun mengeluarkan darah agar bekas gigitan dan air liur tadi bisa cepat dibersihkan, Insya Allah penyembuhannya bisa 90 %, setelah itu segeralah mencari vaksin melalui Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan Provinsi atau ke Pusat, karena vaksin tidak bisa di drop banyak sebab mudah kadaluarsa sehingga produksinya sedikit. Meskipun memang biaya vaksin untuk penyntikan tersebut mencapai biaya hingga 1 juta rupiah hingga selesai paket penyumtikan vaksinnya.

Saya mencoba bercerita tentang kejadian rabies dari hasil diskusi di kelas kemarin, ada seorang teman bercerita bahwa ada keluarganya yang pernah terkena anjing gila kemudian menurut si penderita dirinya tidak terinfeksi karena tidak terjadi reaksi apa-apa setelah beberapa hari setelah di gigit sebab gigitannya pun kecil pada daerah kaki, namun apa yang terjadi setelah satu tahun berlangsung sejak kejadian itu tiba2 ia terserang penyakit rabies yang tidak dia duga, sehingga dirinya cepat-cepat di vaksin dan mendapatkan pertolongan oleh petugas kesehatan, ternyata demikian pula yang terjadi dengan keluarga dosen saya kejadiannya sama setelah tergigit tidak langsung bereaksi, namun setelah setahun kemudian barulah timbul reaksi dari rabies tersebut hingga harus di rawat di rumah sakit bahkan sudah masuk ke dalam tahap parah karena sudah ingin menggigit orang yang ada di sekitarnya.

Dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa ketika di gigit anjing gila sebaiknya langsung di vaksinasi saja sebab tidak menutup kemungkinan kejadian sepeti cerita nyata tersebut di atas bisa terjadi pada siapa saja. Selain itu kita mesti memahami bahwa rabies itu bukan saja bisa menginfeksi lewat gigitan saja, melainkan ketika ada luka pada tubuh kita kemudian, luka tersebut tanpa sengaja terkena liur dari anjing, kucing, atau hewan lain yang sudah terinfeksi rabies.sehingga kita perlu waspada akan hal tersebut.

Secara gamblang anda bisa melihat ciri-ciri hewan terinfeksi rabies, selain ciri diatas, saya mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana yaitu ketika ada anjing yang tadinya jinak kemudian tiba-tiba menjadi liar, kemudian gelisah (bergerak tanpa arah yang jelas), keluar masuk rumah atau kandang, pandangannya seperti ingin memangsa, dan menyergap apa saja yang dia temui, jika dia menemui ayam maka ia akan terus mengejarnya, jika menemui manusia maka ia akan melombat dan menggigitnya, sehingga sangatlah berbahaya ketika ia mendapatkan anak kecil yang belum paham untuk harus lekas lari ketika ada anjing atau hewan lain yang dicurigai menderita rabies karena umumnya yang meninggal karena rabies adalah anak usia < 15 tahun.

Demikian yang bisa saya bagikan kepada anda, dan terima kasih atas perhatiannya. Wassalam


Sabtu, 19 Mei 2012

3 Jenis Kutu yang ada pada diri kita

Tahukah anda bahwa ternyata di sekujur tubuh kita yang ditumbuhi bulu, punya kutu yang berbeda-beda sesuai dengan tempatnya, ini menurut buku yang pernah saya baca.

Ini adalah gambar kutu yang ada di rambut kepala

Jika di kepala tentunya kita sudah tidak asing lagi jika ada kutu karena memang yang sering ditemui adalah pada rambut kepala, namun kenyataannya setiap yang di tumbuhi bulu punya kutu namun berbeda-beda, seperti ketiak, bulu halus di sekujur tubuh, pada kemaluan, dan sebagainya.

ini gambar kutu yang ada pada badan kita

Jadi tidak heran mengapa kita di sunahkan untuk mandi sebab jika kita tidak mandi maka tentu saja akan menjadi sarang kutu bagi tubuh kita, misalnya kita tidak mandi maka kutu yang ada di sekujur tubuh kita akan berkembang biak dan akan menyebabkan gatal sebab kutu ini memakan darah manusia dan bertelur serta berdiam dalam kotoran pada kulit. ketika kutu ini tidak makan maka dia akan berdiam pada pakaian.

Nah..anda mungkin sudah paham langkah apa yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut, tentunya dengan mandi setiap hari dan jangan lupa mengganti pakaian agar kutu yang menempel atau berdiam di pakaian  tidak mudah nempel di badan kita.


Selain itu, kutu yang ada di kemaluan, kutu yang ada di kemaluan atau kelamin tidak akan berpindah ke tempat lain seperti ke kepala karena memang kutu ini hanya hidup pada rambut yang bertekstur tebal dan kasar, kutu ini akan menyebabkan gatal pada kulit kemaluan tapi tidak bisa masuk ke dalam kemaluan sebab jika mencobanya pasti akan mati sehingga jangan kawatir tentang kemungkinan kutu ini akan masuk ke kemaluan.

Cara mencegahnya tentunya sama dengan kutu yang lain yakni dengan mencuci hingga bersih, kalau ada shampo boleh menggunakan shampo, namun saya belum tahu shampo seperti apa yang cocok mungkin anda bisa membaca literatur yang lain tentang shampo seperti apa yang bagus sebab daerah ini sensitif, kemudian seperti sunah rasul sebaiknya tiap hari jum'at dilakukan pemangkasan atau bahkan ada sumber yang mengatakan kalau ingin aman di cukur habis. namun ini kembali kepada pilihan anda ingin memilih langkah yang mana untuk mencegah kutu tersebut.

Demikian informasi yang bisa saya berikan, terima kasih kepada anda yang sudah berkunjung. Wassalam.

Kamis, 17 Mei 2012

Kearifan Lokal


Pada tanggal 08 bulan 4 tahun 2012 yang lalu saya mengikuti Workshop di Aula dr. Amiruddin Fak. Kedokteran UNHAS dengan tema Budaya lokal mewarnai anak bangsa melalui tulisan.

Acara dimulai pukul 08.00, oleh MC yang dilanjutkan dengan tilawah dan sambutan-sambutan yang dimuali dari Ketua FLP Ranting UNHAS, WR. 3 UNHAS.disela-sela sambutan bapak WR. 3 memberikan ilustrasi tentang slogan UNHAS tentang MARITIM yang artinya :
M = Manusiawi,
A = Arif,
R = Religius,
I = Integritas,
T = Tangguh,
I = Inoveatif,
dan M = Mandiri.
dikatakan pula bahwa Inspirasi banyak muncul melalui budaya dengan budaya yang tinggi akan menciptakan banyak tulisan, sebagaimana di contohkan mengapa beras yang ditaburi untuk tari padduppa saat ada tamu penting yang datang untuk budaya orang Bugis Makassar sebab begitu tingginya penghargaan kepada tamunya sampai beras yang dianggap begitu mulia untuk orang bugis makassar ditaburkan, kemudian mengapa saat menikah mesti membawa kepala ? maknanya adalah agar orang luar sampai ke dalam membawa manfaat bagi orang lain. Terakhir dikatakan bahwa menulis sepanjang di baca orang maka amal jariah akan mengalir terus. Demikianlah sambutan sekaligus mengantar seluruh peserta mengetahui sedikit tentang tema workshop tersebut.

Mengawali materi yang pertama maka moderator menyampaikan sebuah kata bahwa kreatif bukan apa yang kita cari tapi apa yang kita temukan. adapun pemateri yang pertama adalah Dul Abdurrahman seorang penulis terkenal dengan berbagai novel, cerpen yang telah ia tulis salah satunya yang berjudul pohon-pohon rindu, dan lagaligo.

Seiring dengan bergeraknya waktu hal-hal berbau lokal sudah tercabut dari akarnya, sehingga perlu dikaji dan diperhatikan. Hal menarik yang diungkapkan oleh pemateri yang pertama adalah "mate maddara" yang artinya orang bugis senang kerja membanting tulang, orang bugis pantang ditraktir, melainkan dirinyalah yang senang meneraktir orang karena persoalan malu meskipun terkadang tidak punya uang pantang ditraktir, budaya malu yang sangat ditanamkan. "Reso Tamangingngi" yang artinya bekerja dengan sungguh-sungguh dengan disertai dnegan do'a, budaya Makassar "Ejapi na doang" artinya seseorang dikenang karena karyanya. simbol budaya orang bugis makassar adalah perahu yang artinya sekali sudah berlayar pantang untuk kembali kalau perlu tenggelam, karena budaya malu yang ditanamkan. "Teai tau bugis makassar punna tena na loko bokoanna" artinya orang bugis makassar tidak pernah lari dari kenyataan, orang bugis makassar pantang untuk berutang dan selalu untuk memberi, setiap masalah selalu mencari jalan untuk menyelesaikan masalah.

Dalam kesempatan itu pula pemateri membahas tentang perihal sosial kemasyarakatan orang bugis makassar yang dikenal dengan ladung (seseorang melakukan perbuatan tercela akan diikat di pohon dan dilempari batu, atau dipaoppangi tanah yang artinya harus meninggalkan daerah karena membuat malu), orang bugis makassar di modali perahu untuk meninggalkan kampung sebab orang bugis makassar sangat mempertahankan harga diri dan masih banyak sekali hal-hal yang diceritakan yang bagi saya adalah hal yang sangat menarik untuk diungkapkan dan dikembangkan dalam bentuk tulisan, hingga selesainya acara ini terdapat 6 orang pemateri yang membahas tentang bagaimana budaya lokal mewarnai anak bangsa melalui tulisan.

Demikianlah yang dapat saya sharing dan terima kasih atas perhatiannya Wassalam.



Cara Memilih Tempat Makan


Tidak sempat masak atau menginginkan suasana baru saat makan atau doyan makan di luar adalah hal yang wajar, namun dalam memilih tempat untuk makan saya ingin berbagi kepada anda sebaiknya bagaimana memilih tempat makan agar bisa mempertahankan kesehatan kita.

Memilih tempat makan sebenarnya bukanlah hal yang  berlebihan demi kesehatan kita, pertama anda harus melihat dapur tempat makanan di olah apakah keadaannya bersih karena terkadang tempat menjamu tamu untuk makan sudah bersih namun kenyataan di dapur ternyata tidak demikian. Selanjutnya perhatikan pelayannya apakah mereka memperhatikan kebersihan dan kesehatan, misalnya saja dalam mengolah masakannya dengan selalu mempertahankan kebersihan, tidak mencampur makanan yang lama dengan makanan yang baru selesai di masak demi menghindari kerugian atau cara cuci piring pelayannya apakah mereka membilas dengan baik, pada air yang mengalir atau paling tidak mengganti air ketika sudah digunakan agar cucian piring selalu bersih tidak bercampur baur antara air yang bersih dan air bekas cucian piring. Mengapa alat makan yang dicuci perlu bersih sebab penyakit banyak yang bisa menular lewat makanan misalnya Hep. B bisa menular melalui makanan atau bekas alat makan orang yang terkena penyakit Hep. B yang tidak bersih.

Selain pada penyajian makanan perhatikan pula bahan mentah yang akan mereka olah untuk di masak apakah masih segar ataukah sudah layu, dagingnya busuk digabung dengan yang masih baik, menggunakan pengawet ataukah tidak. namun tentunya kita tak akan bisa mengetahui sedetail itu jika tidak memperhatikannya dengan baik, maka sebaiknya anda cari alasan misalnya ke WC yang kebetulan berdekatan dengan dapur untuk melihat prosesnya.

Selanjutnya coba anda perhatikan air minumnya apakah airnya layak konsumsi ataukah air yang tidak di masak, kadang pula ada yang menggunakan air isi ulang yang tidak punya merk atau izin BPOM sehingga perlu pula anda perhatikan. Air itu penting karena banyak bakteri yang bisa hidup di air dan bisa berakibat fatal bagi kesehatan, misalnya e.coli yang bisa menyebabkan anda diare jika kebetulan air yang anda konsumsi mengandung e.coli yang kebetulan daya tahan tubuh anda lemah.

Hal yang anda bisa perhatikan lagi adalah kebersihan tempat makan, meja makan yang bisa menyebabkan kita kurang selera untuk makan ketika tidak di jaga kebersihannya. Perhatikan pula aroma tempat makan, terkadang tempat makan ada bau yang tak sedap bahkan ada yang menyengat sebab sampah yang tidak dikelola dengan baik, sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi sarang lalat, dan lalat bisa menjadi mediator bagi kuman yang bisa singgah ke makanan yang akan di konsumsi oleh manusia, sehingga perlu diperhatikan.

Demikian yang bisa saya bagikan untuk anda, mohon maaf bila banyak kekurangan, terima kasih. Wassalam

pertahankan gizi sayur


 Dalam memasak sayur kita mesti pula memperhatikan cara pengolahannya agar gizi yang terkandung didalamnya tidak berkurang atau bahkan hilang akibat dari kesalahan atau ketidaktahuan kita.

Di awali dari memotong sayuran yang semestinya harus di cuci bersih pada air yang mengalir agar semua bakteri atau zat-zat seperti pestisida bisa hilang dan tidak terikut saat di masak dan dikonsumsi oleh kita sebabada beberapa jenis bakteri yang dapat tahan hidup pada suhu yang tinggi sehingga perlu mencucinya dengan bersih utamanya sayuran untuk lalapan sebaiknya di bersihkan sebersih mungkin lalu di rebus.

Setelah pemotongan sayuran, maka kita memilih apakah mau memasak dengan cara di rebus atau di tumis, kemudian ketika di rebus maka sebaiknya sayuran jangan dibiarkan terlalu lama di rebus hingga warna sayurannya tidak segar lagi (layu) biasanya dalam merebus sampai 5 menit saja dengan panas yang disesuaikan dan perhatikan warna sayuran agar tidak layu karena kelamaan dalam panci, sebab jika warnanya masih hijau artinya zat gizinya masih tinggi.

Selain itu perlu pula diperhatikan untuk menutup panci saat merebus sayur sebab jika terbuka maka seluruh iyodium yang telah diberikan pada kuah sayur akan menguap, sebaiknya panci di tutup. Kemudian sayuran yang sudah masak segera di hidangkan agar langsung di konsumsi sehingga tidak disimpan lama-lama yang malah akan mengurangi nilai gizinya. 

Kebanyakan ibu rumah tangga menyimpan makanan yang sudah di masak di dalam kulkas atau dipanasi dan dipanasi lagi, padahal hal tersebut justru membuat masakan tadi malah kehilangan zat gizinya.

Rabu, 16 Mei 2012

Ketenangan Jiwa

Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing tentang bagaimana cara saya untuk menenangkan jiwa saya ketika sedang gelisah atau mengalami berbagai macam hambatan dalam rutinitas saya.

Mungkin inilah yang namanya roda kehidupan itu berputar, sebab sejak dahulu sebelum kuliah saya tidak pernah merasakan kegelisahan dan selalu merasakan ketenangan dan kedamaian tidak lain karena setiap masalah yang saya hadapi mungkin terbilang biasa-biasa saja dan bisa saya atasi tanpa memerlukan pemikiran yang teramat menyita waktu. Namun perasaan gelisah, resah, was-was, ragu-ragu, dan sedih kerap saya rasakan ketika sudah menginjakkan kaki di perkuliahan, dikarenakan perubahan situasi, pertambahan umur, pertambahan aktivitas, dan pertambahan pengalaman serta berbagai perubahan yang saya alami dan ini lumrah bagi setiap orang untuk mengalami perubahan.

Saat perkuliahan saya sering merasakan dilematis, sering resah, gelisah dan sebagainya yang tidak lain disebut sebagai kegelisahan atau ketidaktenanangan jiwa, kemudian pengalaman dan tantangan hiduplah yang mengantarkan saya untuk menyadari bahwa betapa shalat dan berserah diri dengan berdo'a kepada Allah SWT adalah jalan untuk menenangkan jiwa bahkan dengan berdo'a sambil meneteskan dan mengeluarkan semua isi hati kepada Allah SWT malah menjadikan hati ringan dan damai, setiap ada masalah yang saya hadapi kemudian saya mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat wajib, maupun shalat sunnah yang bisa menghubungkan saya dengan sang Khalik.

Ketika saya dalam perjalanan saya selalu berdzikir (mengingat) Allah untuk menenangkan jiwa saya dan kadang pula saya mengambil Al-Qur'an dan tilawah atau mencari teman yang lebih dewasa dan bijaksana yang bisa saya temani sharing. cara lain yang saya lakukan adalah memutar lantunan surah yang ada di Handphone saya kemudian mendengarkan dengan penuh hikmah. Alhamdulillah hati saya bisa menjadi tenang dan damai.

Ini sekedar ungkapan saya bagaimana saya mencari ketenangan jiwa.

Gen dan Kepribadian

Tuliasn ini saya ambil dari sebuah buku yang berjudul The DNA of Success

Sebuah studi pada 700 remaja dan orangtuanya menemukan bahwa genetika bertanggung jawab 71 % sampai 89% dari skor seorang remaja atas perilaku antisosail, depresi, prestasi sekolah, dan tanggung jwab sosail. (Ironisnya, studi ini dimaksudkan untuk menunjukkan dampak teman dan pengaruh lain dari perilaku remaja, bukan dampak gen)

Di Selandia Baru, dalam sebuah studi pada laki-laki yang diperlukan dengan buruk saat aknak-kanak, tingkat aktivitas sebuah gen tertentu kelihatannya mempengaruhi apakah nantinya laki-laki itu menjadi orang jahat. Laki-laki yang memiliki gen yang sangat aktif menjadi orang baik-baik, sedangkan yang aktivitas gennya lebih rendah empat kali, kemungkinan besar menjadi orang jahat.

Bahkan dalam buku ini dikatakan bahwa
" Kecerdasan lebih dipengaruhi oleh pembelajaran dan pengaruh lingkungan daripada oleh kepribadian."

Kecerdasan tidaklah sama dengan "gen keberhasilan". Sifat pribadilah yang memberikan peluang kepada seseorang untuk meraih apapun cita-citanya.

Ilmuwan sudah menemukan bahwa sekitar 50% perbedaan kepribadian kita berkaitan dengan gen. Sebagian orangtua tahu bahwa sebagian anak lahir dengan kecenderungan untuk riang, gerakan badan yang lemah gemulai, atau memiliki keingintahuan yang tinggi, dan sebagian anak yang lain tak memiliki sifat-sifat itu, walaupun dari keluarga yang sama. Anak-anak menunjukkan kepribadian yang tidak dapat dijelaskan oleh orangtuanya.

Dalam diri kita masing-masing, Setiap sifat dan subsifat bercampur dalam cara yang unik. Bahkan tanpa pengaruh luar pun, jumlah kombinasi yang mungkin terjadi sangatlah besar, dan jika menambahkan bagaimana lingkungan mempengaruhi sifat-sifat genetis itu, maka dengan mudah kita mampu memahami mengapa setiap orang itu unik.


Rabu, 09 Mei 2012

peluang


1.  2 tipe kesalahan dalam penarikan kesimpulan hasil uji statistik yaitu :

a.    Kesalahan Tipe I (Alpha Error)           :           kemampuan Menolak Ho yg seharusnya diterima (False  positif)
b.    Kesalahan Tipe II (Beta Error)            :           Menerima Ho yg seharusnya ditolak (False  negatif)
Contoh :
Seorang peneliti ingin mengetahui efektivitas pemberian Vitamin B12 terhadap peningkatan kadar HB pada penderita anemia. Sejumlah  penderita anemia diberi suntikan vitamin B12 dan diukur kadar Hb darahnya sebelum dan setelah pemberian Vitamin B12.
H0 = Vitamin B 12 tidak efektif dalam meningkatkan kadar HB penderita anemia
H1 = Vitamin B 12 efektif dalam meningkatkan kadar HB penderita anemia
a.    Kesalahan Tipe I (Alpha Error) terjadi apabila hasil uji statistik menunjukkan bahwa vitamin B12 efektif dalam meningkatkan kadar Hb penderita anemia meskipun sebenarnya pemberian Vitamin B12 tidak efektif.
b.    Kesalahan Tipe II (Beta Error) terjadi apabila hasil uji statistik menunjukkan bahwa vitamin B12 tidak efektif dalam meningkatkan kadar Hb penderita anemia meskipun sebenarnya pemberian Vitamin B12 efektif.

2.    Contoh penentuan besar sampel dengan menggunakan rumus :
Diketahui angka keberhasilan suatu pengobatan untuk penyakit jantung yang dilaporkan dalam literatur adalah sebesar 0,7. Suatu pengobatan baru kemudian diusulkan dan diduga mempunyai tingkat keberhasilan 0,8. Sebuah rumah sakit memutuskan untuk menggunakan pengobatan baru tersebut terhadap semua pasien dengan diagnosa penyakit jantung. Berapa jumlah pasien yang harus diteliti untuk menguji tingkat keberhasilan obat tersebut dengan α = 0,05 jika diinginkan untuk mendapatkan kekuatan uji 90% untuk mendeteksi perbedaan proporsi keberhasilan pengobatan?



Jawab :
n =      1
      Δ.pα.pβ
n =                1
      (0,8-0,7) x 0,05 x 0,1
n =      1
       0,0005
n = 2000
Jadi, untuk mendeteksi perbedaan proporsi keberhasilan dari 2 pengobatan tersebut maka dibutuhkan sampel sebanyak 2000 orang.

validitas

Validitas adalah tingkat keandalah dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Intrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2004:137). Dengan demikian, instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di ukur.

Penggaris dinyatakan valid jika digunakan untuk mengukur panjang, namun tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. Artinya, penggaris memang tepat digunakan untuk mengukur panjang, namun menjadi tidak valid jika penggaris digunakan untuk mengukur berat.

Validitas isi merupakan validitas yang diperhitumgkan melalui pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional. Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validasi ini adalah "sejauhmana item-item dalam suatu alat ukur mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur oleh alat ukur yang bersangkutan?" atau berhubungan dengan representasi dari keseluruhan kawasan.

Pengertian "mencakup keseluruhan kawasan isi" tidak saja menunjukkan bahwa alat ukur tersebut harus komprehensif isinya akan tetapi harus pula memuat hanya isi yang relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur.
a)      Face Validity (Validitas Muka). Validitas muka adalah tipe validitas yang paling rendah signifikasinya karena hanya didasarkan pada penilaian selintas mengenai isi alat ukur. Apabila isi alat ukur telah tampak sesuai dengan apa yang ingin diukur maka dapat dikatakan validitas muka telah terpenuhi.
b)      b) Logical Validity (Validitas Logis). Validitas logis disebut juga sebagai validitas sampling (sampling validity). Validitas tipe ini menunjuk pada sejauhmana isi alat ukur merupakan representasi dari aspek yang hendak diukur.
Auskultasi (mendengarkan bunyi dalam tubuh) Frekuensi jantung janin dapat dikaji secara intermiten dengan stetoskop Pinard atau alat Doppler atau dengan menggunakan EFM secara kontinu.
Kreatinin adalah hasil perombakan keratin fosfat dalam otot dan biasanya diproduksi dalam kisaran konstan oleh tubuh tergantung massaotot. Kreatinin digunakan secara umum untuk menilai fungsi ginjal. Nilainormal kreatinin serum adalah 0,8 – 1,4 mg/dL pada pria dan pada wanita0,6 – 1,2 mg/dL

Hidrosefalus adalah suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinalis, disebabkan baik oleh produksi yang berlebihan maupun gangguan absorpsi, dengan atau pernah disertai tekanan intrakanial yang meninggi sehingga terjadi pelebaran ruangan-ruangan tempat aliran cairan serebrospinalis.

Kegiatan Surveilans Integrasi Kesehatan Ibu


1.    Peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan, melalui :
a)      Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan antara lain berupa penyediaan      tenaga bidan di desa, kesinambungan keberadaan bidan desa, penyediaan fasilitas pertolongan persalinan pada polindes/pustu dan puskesmas, kemitraan bidan dan dukun bayi, serta berbagai pelatihan bagi tenaga kesehatan.
b)      Penyediaan pelayanan kegawatdaruratan yang berkualitas dan sesuai standar, antara lain bidan desa di polindes/pustu, puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar), Rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Kualitas) 24 jam.
c)      Mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran, antara lain dalam bentuk KIE untuk mencegah terjadinya 4 terlalu, pelayanan KB berkualitas pasca persalinan dan pasca keguguran, pelayanan asuhan pasca keguguran dan meningkatkan partisipasi aktif pria.
d)      Pemantapan kerjasama lintas program dan sektor, antara lain dengan jalan menjalin kemitraan dengan pemda, organisasi profesi (IDI, POGI, IDAI, IBI, PPNI), Perinasia, PMI, LSM dan berbagai swasta.
e)      Peningkatan partisipasi perempuan, keluarga dan masyarakat, antara lain dalam bentuk meningkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya, pencegahan terlambat 1 dan 2, serta menyediakan buku KIA. Kesiapan keluarga dan masyarakat dalam menghadapi persalinan dan kegawatdaruratan (dana, transportasi dan donor darah), jaga selama hamil, cegah 4 terlalu, penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan partisipasi dalam jaga mutu pelayanan kesehatan.
2.    Peningkatan kapasitas manajemen pengelola program kesehatan ibu, melalui peningkatan kemampuan pengelola program agar mampu melaksanakan, merencanakan dan mengevaluasi kegiatan (P1 – P2 – P3) kesehatan ibu sesuai kondisi daerah.
3.    Sosialisasi dan advokasi tentang kesehatan ibumelalui penyusunan hasil informasi cakupan program dan data informasi tentang masalah kesehatan ibu yang dihadapi daerah sebagai substansi untuk sosialisasi dan advokasi. Kepada para penentu kebijakan agar lebih berpihak kepada kepentingan terhadap kesehatan ibu.
4.    Melalui berbagai upaya antara lain peningkatan pelayanan kesehatan kesehatan ibu, peningkatan kemampuan petugas serta melalui dukungan dan kemitraan berbagai pihak akan sangat menentukan upaya penurunan AKI terutama dengan memperhatikan 3 pesan kunci MPS (setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih; setiap komplikasi obstetrik dan neonatal mendapatkan pelayanan yang memadai; dan setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran)



Program Surveilans Integrasi Kesehatan Ibu


Prioritas nasional dalam hal program dan kebijakan tentang kesehatan ibu yaitu menurunkan kesakitan dan kematian ibu, dimana  telah menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan sektor kesehatan. Upaya Kesehatan ibu adalah upaya dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin dan ibu meneteki.
Kegiatan-kegiatan yang mendukung upaya tersebut antara lain:
1.    Meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi.
2.    Meningkatkan pemberantasan penyakit menular dan imunisasi.
3.    Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.
4.    Menanggulangi KEK.
5.    Menanggulangi anemia gizi besi pada wanita usia subur dan pada masa kehamilan, melahirkan dan nifas.

Surveilans Integrasi Kesehatan Ibu


1.    Definisi
Surveilans integrasi kesehatan ibu adalah surveilans kesehatan ibu dengan melihat segala aspek yang berhubungan dengan kesehatan ibu termasuk sektor-sektor yang memberikan kontribusi  terhadap kesehatan ibu, seperti BPMP & KB, BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan)  dan sektor swasta.
Koordinasi dan pendanaan pembangunan antar institusi dan lembaga donor sangat krusial untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dan terfragmentasinya program, sehingga peningkatan kesehatan ibu lebih mudah dicapai. Keberlanjutan program juga menjadi tantangan yang harus diatasi dalam tahun-tahun mendatang. Konteks lebih luas, terlepas dari kebijakan dan program dengan fokus pada sektor kesehatan, diperlukan juga penanganan dalam konteks yang lebih luas di mana kematian ibu terjadi. Kematian ibu sering disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks yang menjadi tanggung jawab lebih dari satu sektor. Terdapat korelasi yang jelas antara pendidikan, penggunaan kontrasepsi, dan persalinan yang aman. Pelayanan kesehatan reproduksi remaja harus ditangani dengan benar, mengingat besarnya masalah. Selain itu, isu gender dan hak-hak reproduksi baik untuk laki-laki maupun perempuan perlu terus ditekankan dan dipromosikan pada semua level.

2.    Tujuan Surveilans Integrasi Kesehatan Ibu
a.    Tujuan Umum
Tujuan umum dari surveilans integrasi kesehatan ibu adalah memantau kesehatan ibu melalui sistem penguatan lintas sektor dan lembaga swasta.
b.    Tujuan Khusus
1.    Memperoleh gambaran umum semua aspek tentang kesehatan ibu, yaitu:
·         Daftar ibu hamil
·         Risiko kehamilan
·         Cakupan imunisasi TT
·         Persentase persalinan oleh nakes
·         Laporan kematian ibu
·         Jumlah akseptor KB
2.    Memperoleh gambaran epidemiologi kesehatan ibu.

Tinjauan Survailans Kesehatan Ibu


1.    Definisi
Surveilans kesehatan ibu adalah kegiatan analisis secara sistematis dan kontinyu terhadap kondisi dan masalah-masalah kesehatan ibu untuk dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan diseminasi informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan ibu.
2.    Tujuan Program Surveilans Kesehatan Ibu
a.    Tujuan Umum
Tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu atau mempercepat pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
b.    Tujuan khusus
a)     Meningkatnya kemampuan kesehatan ibu (pengetahuan, sikap dan perilaku) dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan ibu itu sendiri, dasa wisma, penyelenggaraan posyandu dan sebagainya.
b)     Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui dan akseptor KB.
c)     Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui dan akseptor KB.
d)     Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggota untuk mengatasi masalah kesehatan ibu.
3.   Kegiatan Surveilans Kesehatan Ibu
            Kegiatan surveilans kesehatan ibu yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan pemantauan secara terus menerus yang dilakukan oleh tenaga kesehatan ataupun kader kepada ibu hamil, ibu bersalin ataupun ibu menyusui. Kegiatan tersebut antara lainsebagai berikut:
a.    Mencatat dan menandai rumah ibu hamil dengan memasang stiker P4K di depan rumah ibu hamil.
b.    Mencatat kondisi ibu hamil setiap bulannya, seperti : umur kehamilan, risiko kehamilan, pemberian imunisasi TT, pemberian pil tambah darah, dan pemberian kapsul yodium.
c.    Melakukan penyuluhan tentang pemeliharaan kesehatan ibu serta menyiapkan transportasi bila sewaktu-waktu ibu hamil akan melahirkan untuk dibawa ke pusat pelayanan kesehatan.
d.    Mencatat setiap persalinan yang terjadi di wilayah Posyandu, yang meliputi : nama anak, nama orang tua, tanggal lahir, anak ke berapa, jenis kelamin anak, siapa penolong persalinan, kondisi anak baru lahir (hidup atau mati), dan berapa berat badan anak baru lahir.
e.    Segera melaporkan kepada bidan wilayah atau petugas kesehatan terdekat bila dijumpai :
1)    Bila ada ibu hamil baru
2)    Dijumpai ibu hamil dengan tanda-tanda bahaya sesuai dengan petunjuk di buku KIA.
3)    Dijumpai ibu hamil yang akan bersalin dengan tanda bahaya sesuai petunjuk di buku KIA.
4)    Dijumpai ibu nifas dengan tanda bahaya sesuai dengan petunjuk di buku KIA.
5)    Dijumpai ada kejadian kematian ibu di wilayahnya.
4.    Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam surveilans kesehatan ibu adalah sebagai berikut:
a.    Daftar ibu hamil
b.    Risiko kehamilan
c.    Cakupan imunisasi TT
d.    Persentase persalinan oleh nakes
e.    Laporan kematian ibu
f.     Jumlah akseptor KB
5.    Sumber Data Surveilans Kesehatan Ibu
Adapun sumber data yang digunakan dalam surveilans kesehatan ibu adalah sebagai berikut:
a.    Data dari Polindes
b.    Data dari Poskesdes
c.    Data dari Posyandu
d.    Data dari Puskesmas
e.    Data dari pihak swasta, yakni Rumah Sakit Swasta maupun Rumah Sakit Bersalin Swasta.
6.    Komponen Surveilans Kesehatan Ibu
Komponen-komponen kegiatan surveilans kesehatan ibu adalah sebagai berikut :
a.    Pengumpulan data, data yang dikumpulkan adalah data epidemiologi yang jelas, tepat dan ada hubungannya dengan kesehatan ibu. Tujuan dari pengumpulan data epidemiologi adalah untuk menentukan masalah-masalah yang terkait dengan kesehatan ibu, untuk memastikan keadaan yang dapat menyebabkan berlangsungnya transmisi penyakit; untuk mencatat masalah kesehatan ibu secara keseluruhan.
b.    Kompilasi, analisis dan interpretasi data. Data yang terkumpul selanjutnya dikompilasi, dianalisis berdasarkan orang, tempat dan waktu. Analisa dapat berupa teks tabel, grafik dan spot map sehingga mudah dibaca dan merupakan informasi yang akurat. Dari hasil analisis dan interpretasi selanjutnya dibuat saran bagaimana menentukan tindakan dalam menghadapi masalah yang baru.
c.    Penyebaran hasil analisis dan hasil interpretasi data. Hasil analisis dan interpretasi data digunakan untuk unit-unit kesehatan setempat guna menentukan tindak lanjut dan disebarluaskan ke unit terkait antara lain berupa laporan kepada  atasan atau kepada lintas sektor yang terkait sebagai informasi lebih lanjut.
7.    Atribut Surveilans
a.    Kesederhanaan (Simplicity)
Kesederhanaan sistem surveilans menyangkut struktur dan pengorganisasian sistem. Besar dan jenis informasi yang diperlukan untuk menunjang diagnosis, sumber pelapor, cara pengiriman data, organisasi yang menerima laporan, kebutuhan pelatihan staf, pengolahan dan analisa data perlu dirancang agar tidak membutuhkan sumber daya yang terlalu besar dan prosedur yang terlalu rumit.
b.    Fleksibilitas (Flexibility).
Sistem surveilans yang fleksibel dapat menyesuaikan diri dalam mengatasi perubahan-perubahan informasi yang dibutuhkan atau kondisi operasional tanpa memerlukan peningkatan yang berarti akan kebutuhan biaya, waktu dan tenaga.
c.    Dapat diterima (Acceptability).
Penerimaan terhadap sistem surveilans tercermin dari tingkat partisipasi individu, organisasi dan lembaga kesehatan. lnteraksi sistem dengan mereka yang terlibat, temasuk pasien atau kasus yang terdeteksi dan petugas yang melakukan diagnosis dan pelaporan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan sistem tesebut. Beberapa indikator penerimaan terhadap sistem surveilans adalah jumlah proporsi para pelapor, kelengkapan pengisian formulir pelaporan dan ketepatan waktu pelaporan. Tingkat partisipasi dalam sistem surveilans dipengaruhi oleh pentingnya kejadian kesehatan yang dipantau, pengakuan atas kontribusi mereka yang terlibat dalam sistem, tanggapan sistem terhadap saran atau komentar, beban sumber daya yang tersedia, adanya peraturan dan perundangan yang dijalankan dengan tepat.
d.    Sensitivitas (Sensitivity).
Sensitivitas suatu surveilans dapat dinilai dari kemampuan mendeteksi kejadian kasus-kasus penyakit atau kondisi kesehatan yang dipantau dan kemampuan mengidentifikasi adanya KLB. Faktor-faktor yang berpengaruh adalah :
1)     Proporsi penderita yang berobat ke pelayanan kesehatan
2)     Kemampuan mendiagnosa secara benar dan kemungkinan kasus yang terdiagnosa akan dilaporkan
3)     Keakuratan data yang dilaporkan
e.    Nilai Prediktif Positif (Positive predictive value)
Nilai Prediktif Positif adalah proporsi dari yang diidentifikasi sebagai kasus, yang kenyataannya memang menderita penyakit atau kondisi sasaran surveilans. Nilai Prediktif Positif menggambarkan sensitivitas dan spesifisitas serta prevalensi/ insidensi penyakit atau masalah kesehatan di masyarakat.
f.     Representatif (Representative).
Sistem surveilans yang representatif mampu mendeskripsikan secara akurat distribusi kejadian penyakit menurut karakteristik orang, waktu dan tempat. Kualitas data merupakan karakteristik sistem surveilans yang representatif. Data surveilans tidak sekedar pemecahan kasus-kasus tetapi juga diskripsi atau ciri-ciri demografik dan infomasi mengenai faktor resiko yang penting.
g.    Tepat Waktu (Timeliness)
Ketepatan waktu suatu sistem surveilans dipengaruhi oleh ketepatan dan kecepatan mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan analisis dan interpretasi data serta penyebarluasan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pelaporan penyakit-penyakit tertentu perlu dilakukan dengan tepat dan cepat agar dapat dikendalikan secara efektif atau tidak meluas sehingga membahayakan masyarakat. Ketepatan waktu dalam sistem surveilans dapat dinilai berdasarakan ketersediaan infomasi untuk pengendalian penyakit baik yang sifatnya segera maupun untuk perencanaan program dalam jangka panjang. Tekhnologi komputer dapat sebagai faktor pendukung sistem surveilans dalam ketepatan waktu penyediaan informasi.