Sabtu, 29 September 2012

Kematian yang Indah


Kematian yang Indah adalah judul yang sengaja saya angkat sebagai bentuk rasa terharu sekaligus kagum terhadap orang-orang yang telah mengalami perpindahan alam dalam keadaan yang indah.

Ada 2 orang yang menjadikan saya sangat terjadru dengan kisahnya dikala hidup hingga meninggalkan dunia ini berdasarkan cerita dari orang-orang terdekat dan orang-orang yang mengenalnya.

Kisah pertama yang datangnya dari tetangga saya sendiri.
Tetangga saya adalah seorang ayah dari 9 anak yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan, ketika azan di masjid menggema maka dengan segera ia pergi ke masjid untuk berjamaah ketika situasinya memungkinkan dan jika tidak sempat ia shalat di rumah atau di tempat kerjanya, sosok pendiam dan sangat sederhana, santun dan perhatian serta pengertian adalah kepribadian ayah sembilan anak tersebut.

Ketika itu bulan ramadhan, ia diberi amanah oleh warga untuk memasang paving blok jalan raya dekat rumah dengan bayaran tentunya. Mencari sesuap nasi untuk keluarganya bukanlah hambatan baginya untuk tidak berpuasa di tengah teriknya matahari dan dahaga serta lapar yang ia rasakan, dan ketika waktu shalat datang ia langsung bergegas shalat (tidak menyianyiakan waktu yang ada).

Terhadap tetangga ia dikenal santun, ramah, sabar, dan perhatian. Ia pun dikenal sebagai pekerja keras dan telaten dalam bekerja, sehingga banyak orang yang mempercayakan bapak tersebut menjadi tukang atau buruh bangunan. Boleh dikata bahwa hidupnya sangatlah sederhana sekali dan beralaskan tanah yang melindungi anak-anaknya yang hidup dalam rumah ukuran kurang lebih 6 kali 8 meter bahkan ketika hujan maka banjir menghiasi rumah yang ia kontrak kurang lebih 2 tahun lamanya.

Suatu malam menjelang takbiran setelah pekerjaannya selesai, ia jatuh sakit (demam melandanya), ia berpesan pada istrinya untuk membawanya malam itu juga ke kampung halamannya, karena dirinya merasa sangat rindu dengan kampung halaman dan sanak keluarganya yang ada disana. Sang istri keliling mencari kendaraan, tak ada yang ia dapati sehingga ia pun berinisaatif menelfon taxi untuk menjemput mereka. Setelah taxi datang maka kedua orang tua ini kemudian berangkat menuju ke kampung halaman yang jaraknya ratusan kilometer dari tempat tinggal mereka.

Setibanya dikampung halaman tersebut ia langsung meminta istrinya membawanya bertemu saudara-saudaranya dan melihat mereka satu persatu kemudian terbaring lemah di atas kursi dikelilingi oleh keluaranya kemudian berpesan kepada mereka bahwa dirinya sudah akan pergi menghadap Sang Khalik, kemudian ia berpesan kepada mereka yang ada dengan berkata "jagalah shalat kalian", karena shalatlah yang mengantarkan kita ke pintu surganya Allah, jangan tinggalkan shalat. Kemudian sang ayah dari 9 anak tersebut melihat ke arah yang nampaknya tak ada orang di sana kemudian menghitung dengan hitungan satu hingga sembilan kemudian mengatakan, semua sudah lengkap dan tidak lama lagi saya akan berangkat, jaga diri kalian, dan jaga shalat kalian. Tak lama setelah berkata demikian sang ayah mengucapkan kalimat syahadat dengan lembut kemudian menutup matanya. ucapan yang keluar dari mulut seluruh yang ada di sekelilingnya adalah " Innalillahi Wa Innailaihi raji'un"

Kemudian saya melanjutkan ke kisah kematian yang kedua, dari seorang guru berinisial pak S. seorang guru di Sekolah Menengah Atas.

Pak S. adalah seorang guru geografi yang sangat santun, penyayang dan perhatian kepada anak didiknya. Di rumah ia adalah teladan bagi kedua anak, istrinya. Dimata tetangganya ia seperti ustadz yang tidak putus beribadah dan gemar memberi sedekah kepada orang lain, ketika tangan kanannya memberi maka tangan kirinya tidak mengetahuinya. Gemar bersedekah, gemar berbagi dan gemar bercocok tanam dan berbagi apa saja kepada orang lain. Ia sangat menjaga kehormatan istrinya dan sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya sebagaimana ketika istrinya di tanyai, apakah mereka pernah bertengkar, mak si istri berkata bahwa sama sekali sejak menikah hingga waktu ia ditanya tidak pernah bertengkar dan selalu harmonis.

Di sekolah ia adalah sosok guru favorit bagi anak-anak di sekolah dan sosok teman yang sangat baik dan bersahaja bagi teman-teman seprofesinya serta bawahan yang paling baik bagi kepala sekolahnya. Ketika ada anak yang sangat nakal dan tidak bisa di atasi oleh guru-guru yang lain, maka dirinyalah yang akan menjadi guru terakhir yang akan menasehati anak yang bandel atau nakal tersebut. Senakal dan sebandel bagaimanapun anak didik yang sekolah di sana, menurut penuturan siswa dan guru-guru di sana ketiak di tangani oleh beliau pasti akan luluh dan menjadi baik.

Cara yang khas dari Pak S. dalam menangani siswanya yang bermasalah adalah dengan mengusap-usap punggung si anak dengan memberikan sentuhan kasih sayang dan suara lembut kemudian di beri kesempatan untuk mengungkapkan penyebab si anak menjadi berontak atau nakal, setelah itu ia memberikan uang kepada anak tersebut, ntah apakh di suruh makan, di suruh beli buku dan sebagainya.

Bapak S. kerap kali memberi bantuan kepada orang-orang yang kurang mampu, memberi makan kepada mereka yang membutuhkan, memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan bantuannya tanpa berhitung lama. Terutama terhadap keperluan masjid dan untuk anak yatim piatu tak luput dari bantuannya. Jika tetangga mengadakan hajatan maka dialah orang yang paling aktif membantu, paling rajin menyumbang. Ia pun rajin bercocok tanam dekat rumahnya, dimulutnya hanya terdengar lantunan ayat-ayat Allah atau bercanda dengan temannya saja, ia tidak suka berbicara yang tidak penting dan menimbulkan dosa dan fitnah.

Suatu sore, Pak. S, tiba-tiba demam tinggi dan jatuh sakit tanpa di duga sebelumnya karena tidak ada riwayat penah sakit sebelumnya. Ia oleh tetangga di bawa ke rumah sakit yang tidak jauh dari rumahnya. Setibanya di Rumah Sakit ia langsung di masukkan ke UGD dan mendapatkan pertolongan pertama oleh dokter, diberinya tabung oksigen, selang infus dan sebagainya. Ketika itu ia masuk sore hari sehingga bertemu dengan waktu shalat maghrib di Ruang UGD. Pak. S berontak dan membuka selang-selang yang ada di tubuhnya dan bersikukuh ingin ke masjid untuk melaksanakan shalat maghrib di masjid karena memang dia adalah orang yang sangat taat beribadah semenjak SMP menurut penuturan istrinya dan ia tidak pernah sama sekali meninggalkan waktu shalatnya.

Pak S. memang berada di rumah sakit dalam perawatan UGD, namun banyak tetangga yang melihat Pak S, berjalan menuju ke masjid dekat rumahnya untuk menunaikan shalat, dan menurut pak imam yang menjadi imam shalat maghrib itu, memang dirinya imam tapi entah mengapa dia merasakan dan melihat bahwa Pak. S menjadi imam dirinya, berdiri di depan dan ketika usai shalat ia pun mengaji namun suara yang terdengar adalah suara pak S. padahal dalam kenyataannya Pak. S sedang di ruang UGD. Namun apa yang terjadi di ruang UGD ?? ternyata petugas dan dokter yang melihat Pak. S sudah menyatakan pak S. meninggal dunia di sebabkan karena tiba-tiba badan Pak. S sudah kaku, dan wajahnya sudah seperti tidak di aliri oleh darah kemudian nafasnya sudah tidak ada. selang sekitar 15 menit selang kejadian itu tiba-tiba jasad Pak. S kembali lemas dan alat-alat yang dipasangkan di badannya kembali berfungsi sebagaimana saat ia pertama masuk, dan wajahnya tidak pucat lagi. Menurut tetangganya, berarti jiwa Pak. S sebelumnya pergi melaksanakan shalat di masjid tempat ia shalat kemudian setelah shalat maka jiwanya kembali ke ruang UGD sehingga ia kembali hidup.

Sekitar pukul 12.00 Pak. S terbangun dan memandangi orang-orang yang ada di sekelilingnya, kemudian ia menyuruh sang istri mendekatkan telinganya ke mulutnya, lantas ia berkata kepada sang istri "tolong lanjutkan anak mengajiku", maksudnya adalah Pak. S  selain guru di sekolah, ia pun seorang guru mengaji di masjid dekat rumahnya, sehingga ia mengamanahkan kepada istrinya untuk melanjutkan apa yang pernah dikerjakan suaminya yaitu mengajar mengaji di Masjid. Hanya itu yang terakhir di sampaikan sang suami kepada istrinya, kemudian membaca syahadat lalu pergi meninggalkan dunia ini.



Rabu, 26 September 2012

Peran Guru dalam Meredam Tawuran

Saat pertama kali membaca info dari dinding facebook saya tentang Lomba Blog Gerakan Indonesia Berkibar " Guruku Pahlawanku", saya kemudian sangat tertarik untuk ikut lomba ini, terkait dengan temanya yang sangat menarik. kemudian saya membuka di google.com, situs yang mengadakan lomba ini dengan maksud untuk tahu persyaratannya. Tapi tentunya bagi anda yang juga ingin ikut lomba ini silahkan buka http://indonesiaberkibar.org/term-and-condition.html.

Setelah membaca persyaratannya, barulah saya membuka akun saya di google yang kebetulan saya buat setahun yang lalu. Tema lomba ini adalah "Guruku Pahlawanku" kemudian saya berinisiatif membuat judul peran guru dalam meredam tawuran, sebab tawuran menjadi hal yang populer kini.

Saat menyetel TV, mendengarkan radio, mencari head news di internet, membaca koran dan sebagainya, maka tawuran menjadi head centre. Nah..lantas bagaimana peran guru dalam meredam tawuran ??

Maraknya tawuran akhir-akhir ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal, yakni dari segi internalnya adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi lingkungan di sekitarnya dan pengaruh dari luar, dimana perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Lantas untuk faktor eksternalnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
  • Faktor keluarga yakni baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah rumah tangga, perlindungan lebih yang diberikan orang tua. penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah bisa memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu.pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal dan tindakan asusila.
  • Faktor lingkungan sekolah, seperti lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olah raga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk dan lain sebagainya.
  • Faktor lingkungan, yaitu lingkungan sekitar yang tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja.
Dalam hal ini sosok seorang guru sangat diperlukan sebagai panutan, sebagai peredam dan sebagai pengayom anak didiknya. Guru sebenarnya selain sebagai tenaga pendidik yang bertanggung jawab terhadap ilmu yang mereka miliki untuk ditransfer kepada siswa-siswinya, juga memiliki tanggung jawab dalam membimbing mereka agar berakhlak baik, menjadi teladan untuk di contoh oleh siswa-siswinya.

Hingga hari ini tawuran masih kerap terjadi, namun sebenarnya bukan serta merta karena kesalahan guru melainkan ada banyak faktor yan gmempengaruhinya dan semua itu tentu saja tidak mungkin bisa ditangani seratus persen oleh seorang guru, bisa saja faktor internal yang memicu terjadinya tawuran akibat terbawa dari keluarga kemudian merambah ke tingkat yang lebih luas sehingga menyebabkan terjadinya tawuran.

Peran guru sebagai tenaga pendidik tidak boleh diremehkan dan disalahkan sebagai akibat ketidakberhasilannya dalam mencegah tawuran sebab guru seyogyanya sudah memberikan bimbingan kepada anak-anak didiknya.

Kemudian jika anda bertanya dimana letak dari peran guru dalam meredam tawuran, kemudian jawabannya adalah melalui pendekatan khusus, melalui pendekatan kelompok dan pendekatan individu oleh guru, sebab guru mampu menggantikan peran orang tua anak didiknya dengan pendekatan intra personal dari hati ke hati, guru pun mampu menjadi panutan yang menjadi sosok yang dibanggakan oleh muridnya sehingga ketika dilakukan pendekatan maka kemungkinan agar timbul kesadaran dari anak didiknya amatlah besar.

Ketika semua guru mampu mengoptimalkan perannya di sekolah maka kemungkinan terjadinya tawuran amatlah kecil sebab guru menjadi orang kedua setelah orang tua dari anak didik yang sangat dihormati dan menjadi teladan bagi siswa-siswinya.



Senin, 24 September 2012

Guruku adalah Pahlawanku

Gambar di atas adalah foto salah satu guru saya sewaktu SMA, sekaligus sebagai pembina pramuka di sekolah.


Pahlawan tanpa tanda jasa, itu yang terukir dalam benak saya semenjak dari kecil dahulu. Berkat jasa para guru sehingga kita mampu menulis, membaca, berhitung dan mengerti akan arti sopan santun dan tahu bagaimana semestinya menjadi warga negara yang baik.

Guruku adalah pahlawanku itu adalah judul yang sangat pas untuk mengungkapkan betapa besarnya jasa-jasa mereka sehingga kita yang dulunya tidak tahu sama sekali menjadi tahu, dahulu tidak mengenal sesuatu menjadi mengenal sesuatu. Saya teringat dengan seluruh guru-guru saya mulai dari tingkat SD hingga sekarang duduk dibangku perkuliahan, wajah-wajah mereka yang kadang kala kelelahan mengajari kami, kadang pula sedang sakit namun mereka meluangkan waktu mereka demi kami siswa-siswinya agar kelak bisa menjadi orang yang bermanfaat. Guru sangat berperan dalam pendidikan sebagaimana dijelaskan pada peran guru dalam peningkatan mutu pendidikan.

Mengingat kisah-kisahku bersama guru-guruku yang begitu gigih mengajari kami, mentransfer ilmu yang mereka miliki agar kami bisa menerimanya dan bisa mengamalkannya. Meskipun guru itu adalah manusia biasa yang tentunya memilki karakter yang berbeda-beda, ada yang lembut menghadapi siswanya, ada yang keras, ada yang sangat disiplin, dan masih banyak karakter yang berbeda, apapun itu guru patut untuk dikenang dan terus diingat jasa-jasa mereka sebagaimana lirik lagu "Jasamu tiada tara", karena dengan gaji yang sebenarnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian mereka untuk sejahtera dan tentram dalam mengajar, namun mereka tetap berjuang dan bersemangat mendidik siswa-siswinya.




Foto di samping ini adalah wajah-wajah adik kelas saya beserta salah seorang pahlawan pendidikan, mereka memang sosok yang patut dijadikan contoh, ingin membaur dengan anak didiknya tanpa dibentengi oleh jarak yang bisa menimbulkan ketidakakraban guru dan anak didiknya, sebab mereka memang pengganti orang tua kita setelah meninggalkan rumah.




Salah satu nama yang selalu di sebut-sebut sebagai tokoh pendidikan Indonesia sejak saya kecil yaitu Ki Hajar Dewantara, meskipun belum pernah bertemu dengan beliau namun saya sudah mengenal namanya sejak di bangku SD, memang jika seorang pahlawan pasti di kenal meskipun tak pernah bertemu, pahlawanku bagiku engkau hidup dalam setiap perjuangan guru-guru untuk mencerdaskan bangsa.

Kemajuan pendidikan di Indonesia sudah baik, ada banyak generasi muda di Indonesia yang berhasil meraih medali atas prestasinya karena pendidikan dan seluruhnya adalah berkat jasa seorang guru, banyak pula tokoh-tokoh terkenal di dunia ini yang sebenarnya berasal dari Indonesia yang sudah pindah kewarganegaraan menjadi warga negara lain karena kemampuan dan keilmuan yang mereka miliki, sehingga mereka sangat dibutuhkan di negara lain yang kemudian bekerja di sana, Dalam kenyataannya guru benar-benar pahlawanku, pahlawan kita semua, tanpanya kita tidak bisa menjadi apa-apa. Seorang Habibie, yang sangat jenius menjadi seperti sekarang karena jasa guru, seorang Almarhum KH. Zainuddin. MZ, da'i kondang milik rakyat Indonesia karena jasa guru, seorang SBY yang kini berada pada posisi teratas kenegaraan Indonesia yaitu presiden karena jasa guru, Agnes Monica yang memiliki vocal yang sudah di akui dunia berkat guru, seorang Jusuf Kalla pengusaha yang sukses dan kaya raya berhasil karena jasa guru, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu, dan tanpa ketinggalan adalah saya sendiri yang sudah mampu menulis postingan tentang Guruku adalah Pahlawanku karena jasa seorang guru. Terima kasih guru.

Menjadi seorang guru adalah sebuah cita-cita yang luhur karena mereka ujung tombak dalam menciptakan generasi yang unggul, ada banyak guru yang rela menghabiskan waktu dan sisa hidupnya untuk membagikan ilmunya kepada anak-anak didiknya, bahkan banyak pula guru yang hidup tidak layak sebagaimana kehidupan yang selayaknya untuk ukuran manusia, ada yang hanya memiliki rumah beralaskan tanah, berdindingkan papan, beratapkan rumbia, terutama mereka guru-guru yang berstatus sukarelawan yang tidak digaji menetap oleh pemerintah selayaknya PNS.

Nah..saya ingin berbagi foto-foto guru saya semasa SMA, sebab sewaktu SD saya belum mengenal kamera dan belum ada HP yang difasilitasi dengan kamera sehingga bisa menyimpan momen bersama guru-guru, sehingga saya hanya bisa menampilkan foto-foto SMA saya.




Mereka inilah beberapa guru saya yang menjadi pahlawanku.
Saya salut kepada seluruh guru dimanapun mereka berada, segala jerih payahnya tidak mengharapkan pamrih kepada siswa-siswanya yang mereka sendiri tidak tahu akan jadi apa anak didiknya kelak, mereka ikhlas membagi ilmunya dan mereka ikhlas mendidik mereka menjadi manusia yang berakhlak. Terima kasih untuk para pahlawanku, karena memang sangat patut saya katakan bahwa Guruku adalah Pahlawanku.

Jika memperhatikan foto tersebut di atas, para pejuang perempuan memang amatlah banyak, perempuan-perempuan indonesia banyak yang menjadi guru sebagai profesinya, padahal tanggung jawabnya dalam keluarga tidak kalah besarnya sehingga memang mereka ini sangat patut menjadi pahlawan. Ketika subuh menjelang ibu-ibu guru ini sudah bangun untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya, membersihkan, mengurusi anaknya yang ingin ke sekolah, mengurusi suaminya yang ingin ke sekolah, belum lagi harus mengurusi dirinya terlebih dahulu, mengurusi rumahnya sebelum di tinggalkan menuju tempat pengabdiannya, setelah itu barulah mereka berangkat menunaikan kewajibannya sebagai pendidik. Sesampainya di sekolah langsung bercengkrama dengan anak-anak didiknya dari kelas yang satu ke kelas yang lain, dari pagi hingga siang bahkan sampai sore hari. Setelah sampai di rumah merekapun harus mengurusi rumah tangganya kembali dan mengerjakan tugas dari sekolah yang belum terselesaikan yang terkadang menyita waktunya hingga menjelang larut malam. Namun mereka tetap mampu melakukan hal itu semua, karena mereka punya semangat, kamauan dan jiwa yang luhur untuk sebuah pengabdian. Terima kasih guru, engkau pahlawanku.

Mengamati perkembangan pendidikan di Indonesia, sudah sangat patut di acungi jempol, meski di media baik cetak maupun elektronik masih terdapat segelintir warga Indonesia yang karena jarak dan kondisi daerahnya tidak terjamah oleh pendidikan, namun masih ada guru yang rela memperjuangkan mereka dengan  mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan menempuh jarak yang jauh demi menjangkau siswa-siswinya walau dengan kondisi yang kurang layak dikatakan sekolah namun mereka tetap mampu berjuang mentransfer ilmu yang mereka miliki. Saya amat salut kepada mereka, guruku adalah pahlawanku. Dibalik itu semua terima kasih kepada pemerintah yang terus memperhatikan nasib guru di Indonesia dengan memberikan tunjangan sertifikasi demi mensejahterakan guru dan mampu meningkatkan skill guru-guru agar lebih profesional menggeluti bidangnya, kemudian terima kasih pula atas segala bantuan sarana dan prasarana pendidikan yang terus ditingkatkan sehingga sekolah-sekolah kini sudah sangat membantu siswa-siswi untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitas mereka.

Dahulu peran guru sangatlah berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, misalnya saja ketika petani ingin bercocok tanam atau membuka lahan, mereka sebelumnya menghadap kepada guru untuk mendapatkan pencerahan sebaiknya harus bagaimana. Orang yang sakit dibawa kerumah sang guru untuk ditanyai perihal kira-kira sakit apakah gerangan yang menimpa anggota keluarganya dan mesti diberi apa agar sembuh. Orang yang ingin membangun rumah, sebelumnya ke rumah guru untuk bertanya sebaiknya dibentuk dan dibuat bagaimana agar rumahnya bagus. Nah betapa besar peranan dan berartinya guru pada zaman dahulu. Saya salut kepada guru, dan bahkan sampai kinipun hal itu masih berlaku di sebagian masyarakat kita, bisa di bayangkan betapa besar peranan guru.

Terlepas dari konteks di atas, saya kembali mengulas sedikit mengenai guru secara formal, yakni sebagaimana guru menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2005, bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Dari pengertian di atas, bahwasanya guru adalah pendidik profesional dalam artian untuk menjadi seorang guru haruslah melalui jalur formal yang dibuktikan dengan ijazah yang diperoleh, sesuai dengan bidangnya. Untuk zaman sekarang guru sangat di tuntut secara profesional terkait adanya tunjangan yang diberikan oleh pemerintah dalam bentuk sertifikasi, dengan gaji yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan pengetahuan seorang guru. 

Dalam melaksanakan tugasnya mendidik di sekolah, guru diharuskan membuat RPP, Silabus, Prota, Promes, daftar nilai, dan sebagainya yang menunjang keberlangsungan pembelajaran siswa di sekolah, setelah itu dilakukanlah kembali analisa atas hasil pembelajaran yang dilakukan di kelas sehingga tugas guru sebenarnya berat, dan dalam pengajaran bukan hanya mentransfer ilmu yang mereka miliki tetapi harus mampu memberikan nasihat, mencurahkan segenap kasih sayangnya kepada anak didiknya selayaknya anak kandungnya sendiri. Tugas guru memang mulia.

Ketika terjadi tawuran yang marak terjadi akhir-akhir ini, semua itu tidak boleh serta merta menyalahkan guru yang dianggap tokoh teladan dan menjadi panutan di sekolah yang berarti tidak berhasil mendidik dan membimbing siswa-siswinya, sebab sebenarnya kejadian seperti ini banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah : Faktor Internal dan Faktor Eksternal sebagaimana yang telah saya posting, Peran Guru dalam meredam Tawuran. Bahwa sebenarnya setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda dan memiliki masalah yan berbeda-beda sehingga ketika kembali di lingkungan sekolah, maka segala problematika yang terjadi dari tiap individu baik masalah dari dirinya sendiri, persoalan keluarga, tidak mungkin bisa di jangkau oleh gurunya satu persatu, melainkan guru bisa menjadi sosok inspiratif, sosok pemberi semangat bagi siswa- siswinya.

Menyoal kembali masalah tawuran, saya sama sekali tidak sependapat jikalau dikatakan bahwa terjadinya tawuran akibat dari guru yang tidak "becus" membimbing, mengarahkan, melatih siswanya, sebab guru sebenarnya sudah melaksanakan tugas sebagaimana aturan yang ada, meskipun sebenarnya dalam kenyataan yang ada tidak semua guru bisa melaksanakan kewajibannya sebagaimana beban yang diamanahkan kepadanya. 

Saya kembali mengingat masa-masa saya bersekolah dahulu, bahwa memang ketika minat kita yang kurang untuk menuntut ilmu bisa menyebabkan kejenuhan, stres karena belajar yang terlalu lama belum lagi jika di bebankan Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan secepatnya. huft memanglah berat rasanya. Namun bagi saya hal itu adalah sebuah tantangan dan harus bisa saya lewati karena bisa terasa nikmat jika bisa melaluinya. Tapi apakah yang saya rasakan sama dengan yang di rasakan oleh orang lain, tentunya tidak karena manusia terlahir dengan karakter yang berbeda-beda sehingga bisa saja sistem di sekolah yang memicu anak didik untuk tawuran untuk menumpahkan rasa lelah dan kesalnya terhadap sistem yang terbangun, apalagi ketika harus datang ke sekolah pagi hari dan pulang sore hari boleh dikata tidak ada kesempatan untuk bercengkrama dengan dunia luar.

Nah..justru di sinilah peran besar orang tua di rumah untuk mengedukasi anaknya dengan berkomunikasi yang baik kepada anak dan anak harus diberikan penyaluran-penyaluran yang postif, jangan hanya menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada guru dan setelah pulang dari sekolah hanya di biarkan saja tanpa diberikan perhatian dan tanpa komunikasi yang baik kepada anak. setelah pulang dari sekolah sudah menjadi tanggung jawab dari orang tua untuk membimbing dan mengarahkan anaknya termasuk mengawasi aktivitas anaknya dan terlibat dalam pengerjaan PR anaknya, sebab guru tidak mungkin bisa mencurahkan 100 % energi yang dimilikinya kepada anak didiknya.

Guru adalah musafir tiada lelah yang berjalan tegap menerobos kegelapan sambil membawa pelita untuk mencerahkan dunia serba gelap itu...Salam pencerahan untuk seluruh pengajar dan kaum terpelajar Indonesia....

Guruku adalah Pahlawanku.


Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog Gerakan Indonesia Berkibar

Tersenyum


Sebelum anda membaca postingan saya, coba anda perhatikan gambar di atas, apa yang terlintas dalam pikiran anda dan bagaimana perasaan anda ketika melihat expresi seperti itu ??

Tahukah anda bahwa orang yang senang tersenyum akan membuat dirinya awet muda. Saat anda tersenyum, otot mata mengerut, dua otot sudut bibir tertarik otot di sekitar hidung juga, dua otot disudut mulut bergerak naik, dan dua otot lagi membuat bibir melebar. Kalau dihitung, ada 12 otot wajah yang bergerak saat seseorang tersenyum. Saat merengut, otot yang bergerak hanya sebelas. Sementara senyuman palsu hanya menggerakkan dua otot yaitu di sudut bibir. Kata David Song, MD, FAGS., ahli bedah plastik Universitas Chicago.

Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum. Senyum menurunkan tekanan darah. Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa, Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

Senyum melepas endorphin, pematik rasa alamiah, dan serotonin. Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pematik rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit. Senyum membuat awet muda. Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

Senyum membuat Anda kelihatan sukses. Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik. Senyum membuat orang berpikir positif.

Jika anda melihat seseoang sedih, maka berikan kepada mereka sedikit senyum yang Anda miliki." Mudah-mudahan orang itu senyum, karena ketika seseorang tersenyum betapapun sedang tidak bahagianya orang tersebut, maka otak akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus juga membuat perasaan menjadi tenang, tentram, nyaman dan bahagia atau memberi daya angkat beban jiwa bagi kondisi psikologis seseorang. Lebih menakjubkan lagi beberapa riset mengatakan bahwa meskipun hanya diinstruksikan menampilkan wajah yang tersenyum, seseorang akan memperoleh manfaat psikologis yang sama dengan orang yang sungguh-sungguh tersenyum.

Dari riset yang lain, psikolog Alice M. Isen, Ph.D., dari Cornell University juga menyimpulkan, mereka yang banyak menonton film komedi mampu secara lebih baik menemukan solusi kreatif dalam memecahkan soal-soal 'puzzle'. Sedang studi yang dilakukan William Fry, M.D., profesor dari Stanford University, menunjukkan bahwa tertawa meningkatkan detak jantung dan memperbaiki sirkulasi di jaringan otot yang membantu perjalanan nutrisi-nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan tubuh.

Jadi marilah kita budayakan untuk tersenyum karena tersenyum sudah terbukti sangat bermanfaat baik untuk kesehatan tubuh kita terlebih terhadap jasmani kita, wajah anda akan terlihat lebih muda dan anda akan selalu dalam suasana tenang dan tentram. Jika belum percaya silahkan anda buktikan sendiri, yang jelas saya sudah membuktikannya meskipun 4 tahun terakhir ini saya sudah mulai menghadapi banyak permasalahan kehidupan namun saya kerap menerapkan budaya tersenyum atau bahkan kerap pura-pura tersenyum demi mendapatkan ketenangan jiwa dan memang sangat ampuh untuk menentramkan jiwa yang sedang kalut.

Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa jika ingin menjaga wibawa maka kurangi senyum agar tidak di pandang remeh oleh bawahan, padahal kenyataan yang ada dengan tersenyum justru akan membuat orang menjadi akrab dan tetap menunjukkan bahwa seseorang terlihat berwibawa, malahan selain berwibawa anda akan makin terlihat awet muda dan terlihat smart, punya pemikiran yang jernih dan kreatif dalam berpikir sebagaimana hasil penelitian di atas sebelumnya, belum lagi anda akan lebih mudah bersosialisasi dengan orang lain dan akan banyak teman yang tentunya akan memperluas lahan rezeki anda.

Di akhir tulisan ini saya ingin katakan, ayo tersenyum dalam keadaan suka maupun duka karena sesungguhnya bagi umat muslim sedekah terkecil adalah memberi senyum kepada orang lain. Ayo bersedekah......

Selasa, 18 September 2012

Bahagia

Allah SWT Maha membolak balikkan hati manusia, terkadang kita merasakan bahagia kemudian esoknya kita dibuat sedih dan semua itu adalah salah satu kemahaan Allah SWT.

Menurut saya bahagia adalah kondisi dimana kita mendapatkan ketenangan jiwa. 
Bahagia itu bisa terpancar di setiap wajah orang, dan bisa pula redup karena permasalahan yang muncul
pencetus kebahagiaan itu berbeda-beda bagi setiap orang, kadang ada yang bahagia karena merasa di sayangi orang lain, karena merasa di butuhkan orang lain, merasa di sanjung orang lain, demikian pula sebaliknya. Namun sangat jarang ditemukan orang yang bisa membuat dirinya selalu bahagia meskipun dalam keadaan sedih dan merana karena kehidupan duniawi.

Inilah dia hal yang perlu kita ketahui, bagaimana bisa merasakan kebahagiaan dalam keadaan apapun permasalahannya, sebab kita ini makhluk yang lemah dan saingat butuh banyak belajar untuk menjadi kuat dan bisa membuat suasana hati kita menjadi tenang.

Salah seorang prof. yang saya kenal tidak perlu saya sebutkan namanya, salah satu yang membuat dirinya selalu merasakan kebahagiaan dan bisa meminimalisir kesedihannya adalah dengan cara banyak bersyukur dan terus mendekat kepada Allah SWT, belaiu mengatakan bahwa apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendakNya termasuk sedih dan senang sehingga kita harus berserah diri dan memohon selalu kepada Allah SWT untuk senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan serta jiwa yang kuat untuk menghadapi problematika kehidupan kita sehari-hari secara bijaksana.




Minggu, 09 September 2012

Istimewakan semua anak


Judul ini saya ambil dari sebuah judul buku yang baru saya selesai saya baca, isinya sangat mudah di cerna dan sangat baik untuk dibaca oleh semua orang tua karena bisa menambah ilmu sekaligus menjadi upaya pemecahan masalah bagi orang tua yang mengalami yang ada dalam buku setebal kurang lebih 100 lembar itu.

Saya coba membahas sedikit isi dari buku ini, diantaranya adalah kebiasaan orang tua zaman sekarang terhadap anaknya, yaitu terbiasa memberi hadiah kepada anaknya setiap bermaksud menyuruh anaknya untuk melakukan sesuatu atau memberikan hadian kepada anaknya jika menuruti keinginan orang tuanya, misalnya saja seorang ibu kerap memberi uang seribu rupiah ketika menyuruh anaknya membeli sesuatu di warung, atau memberi imbalan ketika menyuruh anaknya berdiam di dalam rumah, dan sebagainya yang tentunya realitas seperti ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Alhasil adalah anak akan semakin terbiasa untuk melakukan segala sesuatu jika diberi imbalan atau hadiah hingga terbawa ke masa dia dewasa, yang jelas sangat merusak kepribadian anak tersebut yang akan menjadi malas karena selalu mengharapkan balasan setiap melakukan perintah orang tuanya, atau bahkan kepada orang lain sekalipun. Oleh karena itu di dalam buku tersebut dijelaskan agar kiranya anak jangan di ajarkan hal yang demikian namun sebaiknya beri anak hadiah jika memang benar-benar pas dengan momentnya misalnya saja  jika berhasil menamatkan Al-Qur'an, jika melaksanakan puasa ramadhan tanpa ada bolongnya dan sebagainya, dan pada akhirnya anak akan terbiasa melakukan dan merasakan hal-hal baik sehingga lambat laun dia akan terbiasa dengan hal tersebut tanpa imbalan sekalipun.

Pada halaman lain dijelaskan bahwa membangun mental anak (EQ) jauh lebih mempengaruhi kehidupan anak dibandingkan dengan kecerdasarn intelektual (IQ) jika di bandingkan maka EQ dan IQ = 80 : 20, berpengaruh terhadap kesuksesan anak kelak. dikatakan bahwa anak yang memiliki EQ yang tinggi mudah bergaul dengan lingkungan sekitarnya, tidak mudah resah, gelisah, cemas apalagi takut akan kesalahan, dan lebih cenderung berpikiran positif terhadap segala yang terjadi di sekitarnya. Sementara anak yang memiliki IQ tapi EQ nya rendah akan mudah gelisah, ragu, takut salah dan sulit menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Oleh karena itu dalam buku ini lebih menekankan untuk membangun EQ anak terlebih dahulu kemudian IQ nya, karena membangun mental seorang anak sedikit rumit jika tidak di biasakan oleh orang tua sejak dini.

Saya mencoba membahas lembaran awal dari buku ini yang isinya mengatakan agar jangan membuat anak menangis karena itu adalah simbol bahwa ia sedang terluka hatinya, tertekan, dan merasa terzalimi, karena hati anak kecil itu sangat peka dan ini sangat merusak kondisi psikologi atau kejiwaan seorang anak. Namun bukan berarti anak sama sekali tidak boleh menangis sebab anak juga perlu menangis untuk menguatkan otot-ototnya dan jantungnya. Anak yang selalu dibuat menangis semasa masih kecil akan terbawa hingga dewasa dengan kondisi kejiwaan yang kurang bagus.

Anak kecil sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya sebagai wujud rasa sayang dan membuat anak menjadi aman dan tenang, untuk memberikan hadiah kepada anak sebaiknya berikanlah dalam bentuk dekapan kasih sayang, ciuman, belaian karena pada usia anak-anak mereka sangat butuh semua itu dan akan sangat baik untuk kondisi kejiwaannya.

Sampai di sini dulu yah postingan saya, dan terima kasih atas waktu anda yang terlah berkunjung ke blog saya...Wassalam..^_^

My Zahra.




Jumat, 07 September 2012

Berat Badan Lahir Rendah


Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi kematian bayi khususnya pada masa perinatal (Proverawati, dkk, 2010). Bayi Berat Lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator dari tingkat kesehatan ibu dan anak (Depkes RI, 2000; Blake, 2007; siza, 2008). Masalah bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal (Sitohang, 2004; Dahniar, 2007), serta dapat berdampak serius terhadap kualitas generasi mendatang yaitu akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mental anak, serta berpengaruh terhadap penurunan kecerdasan (Depkes RI, 2000).

Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah gizi, hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan-kepercayaan dan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan. sementara kegiatan mereka sehari-hari tidak berkurang ditambah lagi dengan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil tentunya akan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin.

Perbedaan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dan berat badan lahir normal (BBLN) pada suku bangsa lebih dikaitkan dengan kebiasaan pola makan yang telah ada oleh masing-masing suku bangsa. Ini sangat mempengaruhi pada kondisi ibu serta gizi yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Banyak hal yang menjadi pantangan atau sebaliknya sangat dianjurkan untuk dilakukan ibu hamil. Informasi tersebut terkadang sangat menyesatkan, apakah hanya mitos atau fakta. Informasi yang tidak akurat seringkali menyesatkan, apalagi jika informasi tersebut melekat secara turun temurun sebagai suatu hal yang wajib dipatuhi.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seorang ibu yang hamil terpapar oleh asap rokok dari suami atau orang yang serumah dengan ibu, sebagaimana menurut Amiruddin (2005) mengatakan bahwa karbonmonoksida dari asap rokok akan mengikat Hb dalam darah yang menyebabkan distribusi zat makanan dan oksigen yang disuplai ke janin terganggu.

Bagi ibu di saat masa kehamilan sebaiknya melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan janinnya. karena melakukan olahgara saat hamil diketahui baik untuk kesehatan ibu dan juga berdampak baik pada janin yang dikandungnya, yaitu meningkatkan kesehatan jantung bayi. olah raga pada trimester pertama atau saat plasenta terbentuk akan sangat membantu membentuk pembuluh darah ekstra sehingga ada kesempatan lebih banyak terjadinya pertukaran nutrisi antara ibu dan anak.


Senin, 03 September 2012

Fakta Konsumsi Rokok di Indonesia


Apa yang terlintas dikepala anda tentang gambar ini :


Kali ini kembali saya membahas mengenai rokok, namun kita perhatikan dulu bagaimana fakta konsumsi rokok :

  • Indonesia salah satu negara konsumen tembakau terbesar di dunia. Indonesia menempati urutan kelima di antara negara-negara dengan tingkat agregat konsumsi tembakau tertinggi di dunia.
  • Indonesia mengalami peningkatan tajam konsumsi tembakau dalam 30 tahun terakhir: dari 33 milyar batang per tahun di tahun 1970 ke 217 milyar batang di tahun 2000. Antara tahun 1970 dan 1980, Konsumsi meningkat sebesar 159 %. Faktor-faktor yang ikut berperan adalah iklim  ekonomi yang positif dan mekanisasi produksi rokok di tahun 1974.
  • Antara tahun 1990 dan 2000, peningkatan lebih jauh sebesar 54% terjadi dalam konsumsi tembakau – walaupun terjadi krisis ekonomi.

Kenyataan yang terjadi di lapangan mengenai rokok adalah bahwa rokok menjadi kebutuhan sehari-hari yang sulit ditiadakan oleh perokok aktif karena mereka sudah ketergantungan. Namun kita pun sebenarnya sangat menyadari bahaya dan sudah melihat dampak negatif dari merokok tapi ntah mengapa di Indonesia begitu sulit mengatasi masalah rokok.

Tim Medis dan para medis sudah dikerahkan untuk membuat program dan mengatasi permasalahan ini secara bersama-sama namun belum mendapatkan solusi yang pas untuk menurunkan angka kecanduan merokok di Indonesia.

Patut pula menjadi bahan pemikiran bahwasanya memang pabrik rokok di Indonesia itu sangat banyak dan menjadi sumber pemasukan terbesar dan menampung banyak karyawan di dalamnya sehingga mengurangi data pengangguran di Indonesia, namun sebenarnya hal ini bukan berarti bahwa rokok itu sah-sah saja untuk membunuh generasi Indonesia satu per satu, dan hal ini perlu solusi, terutama dari pihak pemerintah untuk berani mengambil terobosan baru untuk menutup mau meutup pabrik rokok yang ada di Indonesia dan menggantinya dengan pabrik yang bermanfaat dan bisa menampung seluruh pekerja yang sebelumnya bekerja di pabrik rokok tersebut (sebagai masukan), memang untuk memulai sesuatu yang baru teramat sulit namun jika ingin melakukannya dan jika merupakan kebaikan pasti bisa.

Berdasarkan survei yang telah saya lakukan bahwa sebagian besar kaum adam merokok dengan pertimbangan bahwa ternyata banyak generasi-generasi terdahulu masih sehat bugar hingga meninggal dunia, adapun yang mengatakan bahwa meskipun tanpa merokok manusia pasti mati, jawaban lain mengatakan kalau memang rokok itu berbahaya mengapa pemerintah masih membiarkan pabrik rokok bertebaran di Indonesia, selain itu pada kalangan mahasiswa yang ditanyai mengenai alasan mereka merokok, jawaban mereka adalah bahwa dengan merokok akan melancarkan mereka dalam berpikir.

Alasan-alasan ini sebenarnya adalah sebuah upaya pembenaran untuk merokok, namun di balik itu, kenyataan yang ada adalah bahwa rokok adalah penyebab nomor 3 kematian di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung. kata-kata secara langsung terlontar sebab kebanyakan meninggal akibat penyakit akibat rokok yang memang menyerang organ paru, dan kata-kata tidak langsung adalah efek-efek yang tidak langsung menyebabkan kematian akibat merokok, misalnya komplikasi dengan penyakit lain yang tak lain sebenarnya di picu oleh rokok juga, karena sebenarnya rokok itu menyerang masuk ke dalam aliran darah yang mengaliri seluruh tubuh sehingga secara tidak langsung toksik dari rokok tersebut bisa mengganggu semua yang di laluinya.

Sampai hari ini masalah rokok masih menjadi PR untuk seluruh kita semua, dan menjadi masalah kesehatan masyarakat karena penyakit yang ditimbulkan oleh rokok bisa menular kepada orang lain dan bisa menyebabkan kesakitan hingga kematian yang bisa meresahkan masyarakat. bagaimanapun andil masyarakat dan seluruh sektor yang terkait dalam hal ini sangat berpengaruh terhadap pencapaian sasaran penurunan angka konsumen rokok di Indonesia.

INDONESIA SEHAT adalah dambaan kita semua.


Minggu, 02 September 2012

Bloglicious Maros

Akhirnya Kegiatan Bloglicious selesai juga dan saya selaku panitia merasa bahagia karena kegiatan ini ternyata berjalan dengan lancar meskipun masih banyak kekurangan di sana sini, namun hal itu adalah bagian dari proses pembelajaran pada kegiatan serupa selanjutnya.

Dari awal mulai kegiatan hingga usainya kegiatan saya merasa deg-degan karena membantu menangani konsumsi dengan peserta yang membludak sebanyak 540 orang pendaftar yang di targetkan hanya 250 orang saja, namun alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar meskipun awalnya tim konsumsi sedikit kuatir jangan sampai konsumsi tidak mencukupi, namun kenyataannya bisa memenuhi target dan menyelesaikan tugas hingga berakhirnya kegiatan ini kemarin sesuai jadual pukul 16.00 WITA.

Memang kegiatan ini amat ditunggu-tunggu oleh banyak orang baik dari daerah Maros sendiri, dari Makassar, ada pula peserta dari Sengkang, Pangkep, dan sebagainya yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini, sungguh membuat kami selaku panitia merasa senang dan patut bersyukur kepada Allah SWT diberikan kesempatan menjadi bagian yang bisa membantu terselenggaranya kegiatan ini.

Hari ini saya baru berkesempatan membuat postingan dengan menyadari tidak ada dokumentasi yang sempat saya ambil berhubung saya fokus pada tugas yang diberikan.

Terima kasih kepada seluruh panitia yang  lain, sponsor kegiatan dan para pendukung kegiatan ini, karena saya sangat merasa mendapatkan penambahan ilmu dari kegiatan ini, semoga Idblognetwork, dan seluruh sponsor kegiatan serta pendukung lainnya tetap jaya dan sukses membawa generasi bangsa ini menjadi "positif blogger" yang nantinya akan menjadi uung tombak dari bagian "positive netizen" yakni Gerakan Positif Blogging yang mewartakan hal-hal yang positif untuk Netizen (Internet Citizen/Warga Digital) Indonesia dengan mengambil SEMANGAT dan NILAI PATRIOTISME anak muda Indonesia dimana untuk saat ini BLOGGER juga merupakan salah satu ujung tombak pemberitaan danpencitraan.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini, semoga kedepannya kegiatan Bloglicious menjadi sukses terus. Amin...Wassalam....