Minggu, 27 Oktober 2013

Ada apa dengan Televisi

Setiap rumah di zaman sekarang ini hampir seluruhnya punya TV di rumahnya, hal ini bukanlah hal yang mengejutkan karena harga yang relatif bisa di beli oleh konsumen terlebih bisa menyediakan informasi terkini adalah sasaran orang membelinya. selain karena tersedia banyak channel yang bisa anda pilih juga bisa jadi ajang untuk berbagi informasi bagi orang lain.

Setiap produk pasti memiliki dampak positif dan tentunya negatif, tidak bisa dipungkiri termasuk TV singkatan dari "Televisi", berawal dari dampak positifnya, anda bisa mendapatkan informasi baik lokal, nasional dan internasional. Tentunya anda bisa mendunia dengan tidak ketinggalan informasi. Beranjak dari hal positif yang bisa di ambil, hal negatif juga perlu di perhatikan oleh konsumen.

Jika diperhatikan secara seksama, bukan TV yang mesti di salahkan atau dibenarkan karena TV itu hanyalah alat atau media untuk menyiarkan informasi, tapi siaran-siaran yang disajikan inilah yang semestinya harus di seleksi sebaik mungkin.

Miris adalah hal yang pantas saya katakan tatkala melihat berbagai siaran yang di tayangkan di TV, menjadi tiruan bagi generasi kita sekarang ini, contohnya saja maraknya "Gosip" artis yang negatif, yang seyogyanya menjadi pelajaran bagi yang menonton atau konsumen bahwa hal tersebut tidak baik untuk diikuti seperti perselingkuhan, perceraian, pertengkaran, dan sebagainya kerap di jadikan kiblat kebanyakan orang, dengan perkataan "artis saja seperti itu apalagi kita" wah...apakah memang artis itu adalah Nabi yang harus diikuti selayaknya sunnah rasul. hem...jadi mikir.

Tindakan asusila dengan berharap akan terkenal juga banyak dilakukan, menyiram orang lain yang dibencinya menggunakan air keras yang awalnya hanya dilakukan oleh satu orang pada satu peristiwa di daerah tertentu, ntah mengapa semakin banyak dan merebak, seharusnya setelah melihat betapa bahayanya perilaku seperti ini, bisa membuat masyarakat menjadi waspada dan tidak berpikir melakukannya, malah sebaliknya ada segilintir orang yang malah berbalik dari tidak tahu atau tidak punya ide seperti itu "menyiram air keras ke orang yang dibenci" malah dapat ide baru. HUft....apa yang salah sebenarnya.

Seharusnya media baik cetak maupu elektronik setiap memberikan informasi yang negatif ke masyarakat bisa pula dibarengi dengan penjelasan dan wejangan kepada masyarakat bahwa hal tersebut sangat tidak terpuji, berbahaya dan sangat dilarang agar timbul kesadaran dan tidak menjadikan ide baru negatif bagi orang lain.

Tak ada yang salah dalam hal ini, namun sebaiknya mencegah lebih baik dari pada menyesali.

Mari Menonton secara bijak.
Berpikir setiap bertindak
Selalu berpikir positif.
Terima Kasih

Selasa, 01 Oktober 2013

Pencurian meraja lela

Hallo blogger's mania dan pembaca sekalian dimanapun berada, kali ini saya akan membahas tentang Pencurian yang meraja lela.

Setahun terakhir ini, rasanya kompleks tempat saya tinggal di Mangga Tiga rasa-rasanya makin tidak aman. Pencuri meraja lela dimana-mana, tidak mengenal waktu dan tempat. Ntah mengapa dan motif apa sehingga hal ini kerap sekali terjadi di Makassar, khususnya di perumahan tempat tinggal saya.

Di lingkungan tempat tinggal saya, pencurian motor baru keluar dari dealer sekitar 2 sampai 3 bulan penggunaannya menjadi incaran para pencuri, bukan hanya itu, ban mobil juga menjadi incarannya. Setiap bulan bahkan setiap minggu, boleh jadi setiap hari ada saja merasa kehilangan mobil atau ban mobilnya.
Sedikit saya bercerita.
Suatu malam sekitaran pukul 03.00 dini hari si empunya mobil terbangun dari tidurnya ntah apa yang ingin dia lakukan setelah bangun, kemudian kembali tidur. tak lama berselang seisi rumah telah bangun dan mulai melakukan aktivitasnya sehari-hari, tiba-tiba terdengar teriakan tetangganya yang melihat sebuah mobil yang terparkir tepat didalam rumah tersebut tetap pada tempatnya tanpa ada ban sama sekali, serentak tuan rumah berteriak kaget. lho kok hilang, ternyata telah di curi maling.
cerita selanjutnya adalah seorang empunya motor memarkir motornya ditempat biasanya yakni di dalam pekarangan yang dikelilingi oleh pagar, motor ini baru berumur 2 bulan sejak dibayar cash pada dialer. Motor ninja ini terlihat sangat bagus dan seperti biasanya di kunci leher kemudian si empunya tidur. setelah pagi hari ternyata motor tersebut hilang entah dimana padahal ada pagar yang mengelilinginya. Sontak saja saya sebagai pendengar berita ini berpikir bahwa pencuri ini adalah orang yang profesional dan terdiri dari banyak orang (bukan hanya 1 orang saja).
Cerita saya terakhir adalah baru saja terjadi sehabis maghrib dekat dari rumah saya, seorang pegawai salah satu supermarket di Makassar, baru saja pulang dari tempatnya bekerja. Setiba di rumah tantenya langsung memarkir motornya tepat di depan pagar pekarangan rumah tantenya sebagai rumah tempat tinggalnya juga. Setelah memarkir langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai 2 rumah tersebut. setelah merasa ada yang ganjal dihatinya kemudian ia mencoba melihat ke bawah rumah dengan tujuan ingin melihat motornya yang terparkir. Ternyata telah hilang tiba-tiba padahal kunci motornya masih ia pegang. Nah...bagaimana bisa semudah itu motornya hilang. Sampai sekarang pencuri belum ditemukan.
Inti cerita saya ini, adalah betapa mudahnya pencuri meraja lela dan mengambil barang yang penting bagi kita tanpa meninggalkan jejak dengan cara yang sangat profesional.
Sehingga saya harapkan kepada anda sekalian dan saya pun juga untuk selalu mengingat bahwa kejahatan ada dimana-mana selama ada kesempatan, maka waspadalah.