Selasa, 09 Juni 2015

Memasuki AFTA

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Alhamdulillah hari ini saya bisa menyempatkan diri untuk menulis, dan mencoba mengulas tentang era pasar bebas.
AFTA adalah singkatan dari ASEAN Fre Trade Area yang merupakan wujud kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN.
Mengulas sedkit tentang negara-negara yang masuk dalam kawasan ASEAN adalah :
1.   Brunai Darussalam
2.   Kamboja
3.   Indonesia
4.   Laos
5.   Malaysia
6.   Myanmar
7.   Filipina
8.   Singapura
9.   Thailand
10. Vietnam
Bagaimana awal lahirnya AFTA
Saat pertemuan tingkat kepala negara ASEAN (ASEAN Summit) ke-4 di Singapura pada tahun 1992, dimana para kepala negara mengumumkan pembentukan suatu kawasan perdagangan di ASEAN (AFTA) dalam jangka waktu 15 tahun.
Tujuan didirikannya AFTA adalah :
  1. Menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.
  2. Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI)
  3. Meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (Intra ASEAN Trade)
Menurut literatur dari blogger yang saya dapatkan dari blogwalking, diperolehlah manfaatnya antara lain :
  1. Peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk indonesia
  2. Biaya produksi yang semakin rendah dan pasti bagi penguasa/produsen Indonesia yang sebelumnya membutuhkan barang modal dan bahan baku/penolong dari negara ASEAN lainnya.
  3. Pilihan konsumen atau jenis/ragam produk yang tersedia di pasar domestik semakin banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu.
  4.  Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan beraliansi dengan pelaku bisnis di negara anggota ASEAN lainnya.


Selasa, 31 Maret 2015

Masalah Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Apa Kabar, Semoga Anda Sehat wal Afiat..dan selalu dalam lindungan_Nya..Amin..
Pembahasan kali ini adalah Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE, bagi yang biasa ngeblog..mungkin sesekali mendapati hal semacam ini muncul di blognya...

Penyebab Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
Dalam artikel berbahasa londo ini karena kita meng-copas text dari MS Word dengan cara select all (CTRL+A). Makanya, format-format yang (mungkin) bentrok antara format Word dan Blogger menyebabkan hal itu. Memang saya meng-copas artikel lama saya yang mau saya post lagi dari MS Word.

Beberapa Cara Mengatasi Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
  1. Jangan meng-copas text dari MS Word dengan cara CTRL-A, CTRL-C, dan dipastekan di Blogger.
  2. Jika mau nge-copas dari Word, highlight scroll aja dari atas sampai bawah dengan mouse.
  3. Pindahkan dahulu text dari MS Word ke Wordpad seperti yang sedang saya lakukan ini. Setelah itu bisa di-copas dengan cara CTRL-A, CTRL-C, lalu dipastekan dari Wordpad ke Blogger.
  4. Copas dari artikel yang rusak tadi ke posting barunya.
Cara ini saya copas dari ezon7.blogspot dan ternyata setelah saya terapkan, hasilnya tidak muncul lagi masalah saat saya melakukan postingan pada tulisan saya.. Alhamdulillah..kepada anda yang mengalami hal yang sama, maka saya sarankan anda untuk mencoba cara tersebut. Selamat mencoba..

Kamis, 12 Februari 2015

Masalah Banjir



Banjir tak henti-hentinya menjadi masalah bagi masyarakat di Indonesia, namun tak ada akibat jika tidak ada sebab…

Sedikit saya mengulas hasil pengamatan saya tentang penyebab terjadinya banjir yang meresahkan dan merugikan masyarakat dari berbagai segi terutama masalah kesehatan.

Betapa tidak, banjir kerap terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri. Hal yang menjadi sorotan saya adalah :

1.      Sampah ada dimana-mana

Pemerintah dan segenap pemerhati kesehatan begitu gencar menyuarakan gerakan hidup bersih dan sehat, namun apalah daya semua kembali kepada individu masing-masing. Sering saya dapati masyarakat membuang sampah seenaknya, lebih parah lagi ketika terjadi hujan deras.. ada banyak orang yang membuang sampahnya ke parit atau selokan dengan dalih agar memudahkan sampah terbuang tanpa harus repot untuk membuang sampah pada tempat sampah umum.

Tidak hanya itu, banyak pula warga yang membuang sampah rumah tangga yang sudah dikumpulkannya ke pinggiran jalan yang kosong, dengan dalih tak ada tempat pembuangan sampah tanpa berpikir dampak yang bisa ditimbulkan…

Masyarakat lebih senang membuang sampah di kali, parit karena berpikir bahwa sampah tersebut nantinya akan mengalir, lantas pertanyaannya..apakah mereka tahu akan mengalir kemana sampah tersebut dan apakah itu tidak mengganggu ?? bahkan menurut dugaan saya banyak warga tahu bahwa hal itu sebenarnya salah namun tetap dilakukan.

Intinya adalah kebiasaan buruk warga yang tidak sadar hidup sehat tersebut harus diselesaikan.

2.       Pembangunan dimana-mana

Indikator keberhasilan sebuah Negara dalah ketika terlihat dari pembangunan dari Negara tersebut, namun yang saya maksudkan adalah…apakah pihak terkait sadar atau sudah memikirkan dampak dan solusi dari pembangunan tersebut sehingga pro terhadap kesehatan lingkungan sekitar.

Apakah ketika merencanakan pembangunan perhatian terhadap kesehatan lingkungan menjadi prioritas ataukah lebih cenderung pro kepada keuntungan dari pembangunan tersebut.

Perumahan dibangun dimana-mana tanpa memikirkan apakah kelak beberapa tahun kedepan tidak merendam perumahan tersebut, yang menurut saya harusnya sudah di pikirkan jauh sebelumnya sebelum membangun dan mencarikan solusi yang tepat. Tidak hanya sekedar menyelesaikan sebuah proyek semata.


3.      Selokan sulit dibersihkan dan selokan tertimbun oleh lumpur

Mengapa saya katakana selokan sulit dibersihkan ?? sebab warga pemilik rumah atau took kadang tak peduli ketika selokan di rumahnya sulit dibersihkan.. banyak warga menutup selokannya sampai kesulitan ingin membersihkannya dengan alasan sebagai jalan masuk kendaraan dan ditempati untuk tanaman di atasnya.

Tidaklah salah jika menutup/melakukan pengecoran diatas selokan sepanjang bisa dibersihkan, yang saya permasalahkan adalah kebanyakan selokan sudah tidak kelihatan karena tertutupi oleh “coran” jika demikian,, bagaimana cara membersihhkannya.

Perlu menjadi catatan bahwa jika hanya segelintir rumah yang bisa membersihkan selokannya.. maka sampah, lumpur dan material yang memenuhi selokan lainnya.. akan sulit untuk mengalir ke tempat pembuangan akhir, sehingga inilah salah satu penyebab dari banjir.

4.      Pemerhati kesehatan masyarakat masih kurang

Banyak yang resah jika terjadi banjir, namun yang mau memperhatikan kesehatan masyarakat masih kurang. Pemerhati yang saya maksudkan adalah orang-orang yang mau memperhatikan dan peduli dengan kesehatan di sekitarnya.

Saya bermaksud mengulas lebih banyak lagi, namun mungkin bisa dilain kesempatan, terima kasih atas perhatiannya…



Banjir tak henti-hentinya menjadi masalah bagi masyarakat di Indonesia, namun tak ada akibat jika tidak ada sebab…

Sedikit saya mengulas hasil pengamatan saya tentang penyebab terjadinya banjir yang meresahkan dan merugikan masyarakat dari berbagai segi terutama masalah kesehatan.

Betapa tidak, banjir kerap terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri. Hal yang menjadi sorotan saya adalah :

1.      Sampah ada dimana-mana

Pemerintah dan segenap pemerhati kesehatan begitu gencar menyuarakan gerakan hidup bersih dan sehat, namun apalah daya semua kembali kepada individu masing-masing. Sering saya dapati masyarakat membuang sampah seenaknya, lebih parah lagi ketika terjadi hujan deras.. ada banyak orang yang membuang sampahnya ke parit atau selokan dengan dalih agar memudahkan sampah terbuang tanpa harus repot untuk membuang sampah pada tempat sampah umum.

Tidak hanya itu, banyak pula warga yang membuang sampah rumah tangga yang sudah dikumpulkannya ke pinggiran jalan yang kosong, dengan dalih tak ada tempat pembuangan sampah tanpa berpikir dampak yang bisa ditimbulkan…

Masyarakat lebih senang membuang sampah di kali, parit karena berpikir bahwa sampah tersebut nantinya akan mengalir, lantas pertanyaannya..apakah mereka tahu akan mengalir kemana sampah tersebut dan apakah itu tidak mengganggu ?? bahkan menurut dugaan saya banyak warga tahu bahwa hal itu sebenarnya salah namun tetap dilakukan.

Intinya adalah kebiasaan buruk warga yang tidak sadar hidup sehat tersebut harus diselesaikan.

2.       Pembangunan dimana-mana

Indikator keberhasilan sebuah Negara dalah ketika terlihat dari pembangunan dari Negara tersebut, namun yang saya maksudkan adalah…apakah pihak terkait sadar atau sudah memikirkan dampak dan solusi dari pembangunan tersebut sehingga pro terhadap kesehatan lingkungan sekitar.

Apakah ketika merencanakan pembangunan perhatian terhadap kesehatan lingkungan menjadi prioritas ataukah lebih cenderung pro kepada keuntungan dari pembangunan tersebut.

Perumahan dibangun dimana-mana tanpa memikirkan apakah kelak beberapa tahun kedepan tidak merendam perumahan tersebut, yang menurut saya harusnya sudah di pikirkan jauh sebelumnya sebelum membangun dan mencarikan solusi yang tepat. Tidak hanya sekedar menyelesaikan sebuah proyek semata.

3.      Selokan sulit dibersihkan dan selokan tertimbun oleh lumpur

Mengapa saya katakana selokan sulit dibersihkan ?? sebab warga pemilik rumah atau took kadang tak peduli ketika selokan di rumahnya sulit dibersihkan.. banyak warga menutup selokannya sampai kesulitan ingin membersihkannya dengan alasan sebagai jalan masuk kendaraan dan ditempati untuk tanaman di atasnya.

Tidaklah salah jika menutup/melakukan pengecoran diatas selokan sepanjang bisa dibersihkan, yang saya permasalahkan adalah kebanyakan selokan sudah tidak kelihatan karena tertutupi oleh “coran” jika demikian,, bagaimana cara membersihhkannya.

Perlu menjadi catatan bahwa jika hanya segelintir rumah yang bisa membersihkan selokannya.. maka sampah, lumpur dan material yang memenuhi selokan lainnya.. akan sulit untuk mengalir ke tempat pembuangan akhir, sehingga inilah salah satu penyebab dari banjir.

4.      Pemerhati kesehatan masyarakat masih kurang

Banyak yang resah jika terjadi banjir, namun yang mau memperhatikan kesehatan masyarakat masih kurang. Pemerhati yang saya maksudkan adalah orang-orang yang mau memperhatikan dan peduli dengan kesehatan di sekitarnya.

Saya bermaksud mengulas lebih banyak lagi, namun mungkin bisa dilain kesempatan, terima kasih atas perhatiannya…



Banjir tak henti-hentinya menjadi masalah bagi masyarakat di Indonesia, namun tak ada akibat jika tidak ada sebab…

Sedikit saya mengulas hasil pengamatan saya tentang penyebab terjadinya banjir yang meresahkan dan merugikan masyarakat dari berbagai segi terutama masalah kesehatan.

Betapa tidak, banjir kerap terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri. Hal yang menjadi sorotan saya adalah :

1.      Sampah ada dimana-mana

Pemerintah dan segenap pemerhati kesehatan begitu gencar menyuarakan gerakan hidup bersih dan sehat, namun apalah daya semua kembali kepada individu masing-masing. Sering saya dapati masyarakat membuang sampah seenaknya, lebih parah lagi ketika terjadi hujan deras.. ada banyak orang yang membuang sampahnya ke parit atau selokan dengan dalih agar memudahkan sampah terbuang tanpa harus repot untuk membuang sampah pada tempat sampah umum.

Tidak hanya itu, banyak pula warga yang membuang sampah rumah tangga yang sudah dikumpulkannya ke pinggiran jalan yang kosong, dengan dalih tak ada tempat pembuangan sampah tanpa berpikir dampak yang bisa ditimbulkan…

Masyarakat lebih senang membuang sampah di kali, parit karena berpikir bahwa sampah tersebut nantinya akan mengalir, lantas pertanyaannya..apakah mereka tahu akan mengalir kemana sampah tersebut dan apakah itu tidak mengganggu ?? bahkan menurut dugaan saya banyak warga tahu bahwa hal itu sebenarnya salah namun tetap dilakukan.

Intinya adalah kebiasaan buruk warga yang tidak sadar hidup sehat tersebut harus diselesaikan.

2.       Pembangunan dimana-mana

Indikator keberhasilan sebuah Negara dalah ketika terlihat dari pembangunan dari Negara tersebut, namun yang saya maksudkan adalah…apakah pihak terkait sadar atau sudah memikirkan dampak dan solusi dari pembangunan tersebut sehingga pro terhadap kesehatan lingkungan sekitar.

Apakah ketika merencanakan pembangunan perhatian terhadap kesehatan lingkungan menjadi prioritas ataukah lebih cenderung pro kepada keuntungan dari pembangunan tersebut.

Perumahan dibangun dimana-mana tanpa memikirkan apakah kelak beberapa tahun kedepan tidak merendam perumahan tersebut, yang menurut saya harusnya sudah di pikirkan jauh sebelumnya sebelum membangun dan mencarikan solusi yang tepat. Tidak hanya sekedar menyelesaikan sebuah proyek semata.

3.      Selokan sulit dibersihkan dan selokan tertimbun oleh lumpur

Mengapa saya katakana selokan sulit dibersihkan ?? sebab warga pemilik rumah atau took kadang tak peduli ketika selokan di rumahnya sulit dibersihkan.. banyak warga menutup selokannya sampai kesulitan ingin membersihkannya dengan alasan sebagai jalan masuk kendaraan dan ditempati untuk tanaman di atasnya.

Tidaklah salah jika menutup/melakukan pengecoran diatas selokan sepanjang bisa dibersihkan, yang saya permasalahkan adalah kebanyakan selokan sudah tidak kelihatan karena tertutupi oleh “coran” jika demikian,, bagaimana cara membersihhkannya.

Perlu menjadi catatan bahwa jika hanya segelintir rumah yang bisa membersihkan selokannya.. maka sampah, lumpur dan material yang memenuhi selokan lainnya.. akan sulit untuk mengalir ke tempat pembuangan akhir, sehingga inilah salah satu penyebab dari banjir.

4.      Pemerhati kesehatan masyarakat masih kurang

Banyak yang resah jika terjadi banjir, namun yang mau memperhatikan kesehatan masyarakat masih kurang. Pemerhati yang saya maksudkan adalah orang-orang yang mau memperhatikan dan peduli dengan kesehatan di sekitarnya.

Saya bermaksud mengulas lebih banyak lagi, namun mungkin bisa dilain kesempatan, terima kasih atas perhatiannya…